Rafieq Ungkap Dugaan Oknum Catut Nama Pimpinan Minta Proyek di Metro

- Penulis Berita

Senin, 13 Juli 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, mengungkap laporan tentang pihak yang mencatut nama pimpinan daerah untuk mengurus pembagian proyek di sejumlah dinas. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel mingguan di halaman Kantor Pemerintah Kota Metro, Senin (13/7/2026).

Ia mengatakan beberapa kepala dinas dan kepala bidang telah melapor kepadanya. Menurut laporan itu, sejumlah orang mendatangi pejabat Pemkot Metro dan mengaku mengurus pekerjaan yang bersumber dari APBD Kota Metro Tahun Anggaran 2026.

“Katanya sudah mulai musim proyek dan proyek sudah mau dibagi. Saya mendapat laporan dari beberapa kepala OPD dan beberapa kepala bidang,” kata Rafieq.

Menurut Rafieq, orang-orang tersebut mengaku sebagai utusan dirinya atau Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso. Sebagian juga membawa nama partai politik.

“Ada beberapa oknum yang mengatasnamakan partai saya ataupun Pak Wali. Ada juga yang mengaku membawa perintah langsung dari saya atau Pak Wali Kota,” ujarnya.

Rafieq menegaskan bahwa ia dan Wali Kota Metro tidak pernah meminta pihak luar menghubungi ASN untuk mengurus proyek.

“Kami pastikan tidak ada perintah dari Pak Wali ataupun saya untuk menugaskan orang, terutama pihak di luar pemerintah, berkoordinasi dengan ASN Kota Metro dalam urusan apa pun,” tegasnya.

Ia mengatakan beberapa pejabat merasa terganggu karena orang-orang tersebut terus datang dan meminta bertemu.

“Bahkan ada yang sudah bilang, ‘Pak, kami sudah tidak tahan lagi. Kami terus didatangi,’” ungkap Rafieq.

Baca Juga:  Penyertaan Modal BUMDES Tanjangrono Diduga Tak Dilaporkan Tahunan BPD dan Kades Dipertanyakan 

Rafieq meminta kepala dinas, kepala bidang, dan pejabat lain tidak langsung percaya kepada orang yang mengaku membawa pesan dari pimpinan daerah. Ia juga meminta ASN mencatat, merekam, dan melaporkan setiap upaya untuk menekan atau mengatur proses pengadaan.

“Kalau masih ada yang memaksa atau tetap mengaku membawa perintah, mari kita buktikan. Laporkan, rekam, atau panggil langsung saya atau Pak Wali. Tanyakan apakah benar ada perintah dari pimpinan,” bebernya.

Rafieq menegaskan bahwa Pemkot Metro harus menjalankan setiap proyek sesuai aturan. Pejabat tidak boleh memberi pekerjaan karena tekanan, hubungan pribadi, nama partai, atau klaim kedekatan dengan pimpinan.

Setiap proses pengadaan harus memakai syarat yang jelas. Pejabat juga harus memilih penyedia berdasarkan kemampuan, mutu pekerjaan, harga, dan rekam kerja. Rafieq meminta seluruh ASN menjaga nama baik Pemkot Metro dengan bekerja jujur dan taat aturan.

“Saya mohon kita menjaga nama baik Pemerintah Kota Metro. Mari bekerja dengan baik dan sesuai tugas agar masyarakat tetap percaya kepada pemerintah,” tandasnya.

Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana juga belum menyebut nama, jumlah, atau asal pihak yang diduga mencatut nama pimpinan tersebut. Karena itu, aparat dan Pemkot Metro perlu memeriksa setiap laporan serta bukti sebelum menarik kesimpulan. (Tim/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.
Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam
Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Perkuat Silaturahmi, Kapolres Jombang Sambangi Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar
Diduga Selewengkan Retribusi Rp140 Juta, Puskesmas Tambang Emas Disorot BPK
Kinerja Kepala Dinas Kominfo Merangin Dikritik: Dinilai Lamban Tangkal Isu Negatif
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Polres Kepahiang Siapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kriminalitas Triwulan III Naik 69 Persen.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Warga Resah, Tambang Emas Ilegal di Belakang Perumahan BTN Merangin: 5 Mesin Donfeng Beroperasi Siang-Malam

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bersinergi, Kapolres Jombang Jalin Silaturahmi dengan Bupati

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Berita Terbaru