Kades Kerap Reaktif Saat Diawasi Warga, Transparansi Jadi Sorotan

- Penulis Berita

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Agung Ch

Mojokerto,Buktipetunjuk.id

Sejumlah kepala desa di berbagai daerah disorot publik akibat sikap reaktif mereka ketika mendapat pengawasan dari warga. Pertanyaan masyarakat terkait penggunaan anggaran desa kerap ditanggapi secara emosional dan dianggap sebagai serangan pribadi, alih-alih sebagai bagian dari kontrol sosial yang dijamin oleh aturan perundang-undangan.

Pengamat kebijakan publik menilai, fenomena tersebut menunjukkan masih lemahnya pemahaman aparatur desa terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Padahal, pengelolaan dana desa merupakan urusan publik yang wajib terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat.

“Pengawasan warga bukan bentuk perlawanan, melainkan hak masyarakat untuk memastikan anggaran desa digunakan sesuai peruntukannya,” ujar Agung Ch, penulis opini kebijakan desa, Sabtu (13/12/2025).

Ia menyebutkan, setidaknya terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kepala desa merasa tidak nyaman ketika diawasi. Pertama, masih adanya anggapan bahwa pengawasan merupakan ancaman terhadap otoritas kepala desa. Kedua, minimnya pemahaman bahwa jabatan kepala desa adalah jabatan publik yang menuntut keterbukaan informasi.

Baca Juga:  Puluhan komunitas sastra akan gelar acara 40 hari wafatnya budayawan dan sastrawan Abdul Hadi WM, di teater kecil TIM.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kekhawatiran terbongkarnya kesalahan administrasi maupun ketidakjelasan pelaksanaan proyek desa. Kondisi ini diperparah oleh budaya birokrasi lama yang menempatkan warga hanya sebagai penerima kebijakan, bukan sebagai mitra pengawas pemerintahan.

Selain itu, tidak jarang pengawasan warga dipersepsikan sebagai manuver politik untuk menjatuhkan kepala desa. Padahal, tujuan utama pengawasan adalah mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, transparan, dan akuntabel.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa kepada lembaga berwenang, seperti Inspektorat Kabupaten, Ombudsman, maupun aparat penegak hukum, apabila Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Laporan sebaiknya disampaikan secara tertulis dan disertai bukti pendukung yang memadai.

Penguatan transparansi dan partisipasi publik dinilai menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa serta memastikan dana desa benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.(Red/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Mojokerto, Diselesaikan Tidak Melalui Jalur Hukum
Martabat Pers Bukan di KTA, Tapi Melalui Karyanya
Apes Motor Janda Dibawa Kabur Kenalannya di Tiktok, Saat Diajak Makan Bakso
Kejagung Tetapkan Tersangka Suap Nikel Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Dilantik
Gangguan WiFi di Malam Hari, Teknisi PT Bach Multi Global Diduga Langgar Prosedur K3
Penangkapan Wartawan Amir Diduga Salah Prosedur, Tim Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan di PN Mojokerto
Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Uang Triliunan ke-Kas Negara Oleh Satgas PKH
Anggaran Pemeliharaan Sarana dan Prasarana SMAN 2 Mojokerto Tahun 2025 Menjadi Sorotan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 22:13 WIB

Kasus Dugaan Pencabulan Anak Dibawah Umur di Mojokerto, Diselesaikan Tidak Melalui Jalur Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 13:12 WIB

Martabat Pers Bukan di KTA, Tapi Melalui Karyanya

Sabtu, 18 April 2026 - 10:21 WIB

Apes Motor Janda Dibawa Kabur Kenalannya di Tiktok, Saat Diajak Makan Bakso

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Suap Nikel Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Dilantik

Kamis, 16 April 2026 - 14:48 WIB

Gangguan WiFi di Malam Hari, Teknisi PT Bach Multi Global Diduga Langgar Prosedur K3

Berita Terbaru