Menenun Identitas, Memadukan Tradisi: Inovasi Batik Tapis dalam Sentuhan Modern

- Penulis Berita

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Lampung,Buktipetunjuk.id –

Di tengah derasnya arus modernisasi, kain tapis Lampung tetap berdiri kokoh sebagai simbol identitas budaya yang tak lekang oleh waktu. Lebih dari sekadar busana adat, tapis adalah cerminan nilai spiritual, status sosial, dan manifestasi hubungan harmonis antara masyarakat Lampung dengan alam semesta.

​Kini, melalui tangan dingin para perajin di Asri Tapis Lampung, kain tenun tradisional ini bertransformasi. Tradisi tidak lagi hanya disimpan di dalam peti pusaka, melainkan dikembangkan menjadi produk kreatif yang relevan dengan gaya hidup masa kini tanpa kehilangan ruh aslinya.

​Seni Sulam yang Sarat Makna

​Keunikan produk Asri Tapis terletak pada komitmennya mempertahankan teknik manual. Proses pembuatan dimulai dengan membentangkan kain pada alat tradisional yang disebut tekang. Di atas bentangan kain itulah, para perajin menyulam benang emas menggunakan teknik cucuk atau tusuk khas Lampung.

​Proses ini bukanlah pekerjaan singkat. Dibutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran ekstra, dan waktu pengerjaan yang bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

​”Semakin rumit motif yang dihasilkan, semakin tinggi nilai seni dan nilai jual kain tersebut. Karena dikerjakan secara manual, setiap helai kain memiliki karakter unik yang eksklusif,” tulis pernyataan resmi Asri Tapis Lampung.

​Inspirasi motif pun diambil dari kearifan lokal, mulai dari flora dan fauna seperti bunga, pohon, burung, hingga gajah. Ada pula motif kapal yang secara filosofis melambangkan perjalanan hidup manusia. Semua motif tersebut membuktikan kedalaman filosofi hidup masyarakat Lampung yang sangat menghormati alam sebagai sumber kehidupan.

Baca Juga:  Berkunjung ke kantor JMS, RMD siap hadir di acara agenda ngobrol bareng Teguh.

​Inovasi dan Keberlanjutan

​Menjawab tantangan zaman, Asri Tapis melakukan inovasi dengan memadukan batik dan sulaman tapis. Perpaduan ini menghadirkan sentuhan yang lebih modern dan fleksibel, sehingga busana tapis kini dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun semi-formal.

​Selain inovasi desain, aspek keberlanjutan juga menjadi prioritas. Proses produksi mulai mengedepankan penggunaan bahan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan lokal, mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai autentik produk.

​Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

​Kehadiran Asri Tapis Lampung tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Usaha ini secara nyata memberdayakan perempuan di pedesaan, memberikan mereka akses untuk berdaya secara ekonomi melalui keahlian warisan leluhur.

​Harga satu lembar kain tapis yang berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah merupakan bentuk apresiasi terhadap waktu, ketelitian, dan makna mendalam yang terkandung di dalamnya. Melalui pengembangan UMKM dan partisipasi dalam berbagai pameran nasional, Tapis Lampung kini mulai melirik pasar yang lebih luas.

​Di era industri fesyen yang serba cepat (fast fashion), Tapis menjadi pengingat bahwa nilai budaya dan keberlanjutan tetap memiliki tempat istimewa. Dengan komitmen menjaga kualitas, Tapis Lampung tidak sekadar bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga tumbuh menjadi simbol masa depan ekonomi kreatif di gerbang Pulau Sumatera.

​Setiap helai kain yang dihasilkan bukan sekadar karya seni; ia adalah cerita tentang identitas, perjuangan, dan harapan yang terus ditenun dari generasi ke generasi.(Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sulut Gagalkan Dugaan TPPO di Pelabuhan Bitung, Dua Korban di Bawah Umur
Saiful Chaniago Dukung Penuh Langkah Kapolri Suyudi Blokir Pinjol Ilegal dan Judol
Jokowi Hadiri Sidang di PN Jaktim, Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Proses Hukum Berlanjut, Terduga Pelaku Curanmor/Curanik Diserahkan ke Polres Minahasa
Buron Dua Tahun, Terduga Pelaku Pencabul Empat Anak Dibawah Umur Dibekuk Resmob Raja Bogani
Kapolres Jombang Tatap Muka dengan Personel Polsek Ploso dan Plandaan, Tekankan Pelayanan Humanis
Kapolda Lampung Pimpin Langsung Pengungkapan Lima Kasus Narkoba: 61,9 Kilogram Sabu dan 19.696 Butir Ekstasi Disita
Karhutla Minahasa Utara Meluas, Api Mendekati Permukiman Agape 
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:47 WIB

Polda Sulut Gagalkan Dugaan TPPO di Pelabuhan Bitung, Dua Korban di Bawah Umur

Kamis, 5 November 2026 - 12:57 WIB

Saiful Chaniago Dukung Penuh Langkah Kapolri Suyudi Blokir Pinjol Ilegal dan Judol

Kamis, 5 November 2026 - 09:37 WIB

Jokowi Hadiri Sidang di PN Jaktim, Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu

Kamis, 5 November 2026 - 08:56 WIB

Proses Hukum Berlanjut, Terduga Pelaku Curanmor/Curanik Diserahkan ke Polres Minahasa

Kamis, 5 November 2026 - 07:53 WIB

Buron Dua Tahun, Terduga Pelaku Pencabul Empat Anak Dibawah Umur Dibekuk Resmob Raja Bogani

Berita Terbaru