Aliansi Aktivis Madina, Desak Kapolri Turun Tangan Tangkap Pengusaha PETI di Madina-Sumut

- Penulis Berita

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,Buktipetunjuk.id

Aliansi Aktivis Kab Mandailing Natal mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo segera turun tangan menginstruksikan Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto untuk segera meringkus pengusaha lokal bermarga Lubis inisial “Pwg”. Pengusaha tersebut telah lama dikabarkan sebagai aktor utama pelanggaran hukum secara serius terkait tindak pidana kejahatan lingkungan. Selain itu, inisial P tersebut diduga dalang dan penyandang dana (pemodal) yang mengoperasikan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) secara bebas dan makin merajalela di Kecamatan Kotanopan Kab Madina.

Demikian pernyataan sejumlah aktivis mahasiswa dan pegiat lingkungan tergabung dalam organisasi Aliansi Aktivis Mahasiswa Madina kepada pers di Panyabungan (28/06).

Direktur Eksekutif The Madina Green Institute Ridwandy menegaskan, gelombang pressure publik (desakan) ini akan terus bergulir seiring munculnya bukti-bukti visual di media sosial. Rekaman siaran langsung (live) telah memicu kemarahan publik, memamerkan seorang pria secara arogan mengemudikan ekskavator untuk eksploitasi sumber daya alam dan menghancurkan lingkungan demi mencari emas dengan aktivitas illegal PETI. Pria tersebut diduga memiliki afiliasi dengan jaringan sindikat mafia tambang illegal inisial Pwg di Kotanopan. Hasil investigasi dan informasi yang berhasil mereka himpun, pria tersebut diduga bernama Pu*tra yang merupakan anak kandung dari pengusaha lokal inisial Pwg.

Mereka menjelaskan, pembiaran oleh aparat terhadap pelanggaran hukum akibat aktivitas illegal PETI ini, telah lama memunculkan spekulasi liar ditengah publik yang mengindikasikan adanya pihak yang merasa kebal hukum dan tidak bisa disentuh oleh aparat

“Kita heran kenapa aparat hukum terkesan jadi “banci” tak berani bertindak dan pura-pura tutup mata dengan keberadaan mafia tambang ini. Apakah hukum di Republik itu segitu rapuh dan lemah tidak bisa meringkus para pelaku kejahatan lingkungan dan mafia tambang illegal,” tanya Ridwandy.

Senada dengan itu, Ketua Presidium Solidaritas Mahasiswa Peduli Penyelamatan Hutan dan Lingkungan Hidup (SIPLAH) Ahmad Rifai Nasution mengaskan, supremasi hukum tidak boleh tunduk pada kekuatan jejaring mafia tambang yang telah nyata melakukan pelanggaran hukum. Pembiaran ini menurut Rifai, akan menciptakan preseden buruk seolah-olah hukum pidana dapat dinegosiasikan dan diperjual belikan. Hal tersebut tentu akan mengikis habis kepercayaan publik kepada aparat hukum dan institusi penegak hukum “Jelang HUT Bhayangkara ke 80 ini, kita minta agar Polri memberikan hadiah surprise ke masyarakat Madina. Kita mendesak penegakan hukum secara tegas tanpa pandang bulu, agar pelaku video viral PETI Kotanopan dan aktor intelektual mafia tambang Pwg segera ditangkap dan diproses hukum” tegas Rifai.

Baca Juga:  Korban Jiwa Akibat Dugaan Kelalaian Pengawas Proyek, APMP Jatim Tuntut Audit dan Penegakan Hukum

Mereka menilai kinerja Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy, S.IK dan jajarannya terkesan lamban dan tidak serius mengusut kasus ini. Kondisi ini dinilai telah merusak marwah, kredibilitas dan profesionalitas aparat di mata publik. “Kinerja Polres Madina benar-benar diuji dan dipertaruhkan saat ini. Apakah motto “Polri Presisi dan Polri untuk masyarakat itu masih berlaku atau jangan-jangan Polri itu hanya untuk mafia tambang” tegas mereka.

Mereka juga meragukan komitmen dan keseriusan Kapolres Madina untuk mengeksekusi instruksi dan prioritas program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perihal memberantas habis praktek tambang illegal di Kab Madina. “Sampai saat ini kita melihat belum ada prestasi yang menonjol dari Kapolres untuk melakukan tindakan tegas, menertibkan, melakukan razia atau penangkapan terhadap aktivitas PETI yang kian menjamur di Kab Madina” lanjut mereka

Maka langkah mereka, seperti menyurati Kapolri dan mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan penangkapan para mafia tambang illegal adalah ikhtiar untuk mengisi ruang kosong ketidakpercayaan publik kepada Kapolres Madina.

“Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas, sehingga aktor video viral PETI dan para mafia tambang ini segera ditangkap. Kita merasa tertantang, jangankan di Mapolres, bahkan bila perlu sampai ke Mapoldasu, dan Mabes Polri kita akan “turun” dan perjuangkan langkah hukum lanjutan,” tutup mereka.

Seperti diketahui sebelumnya, Aliansi Aktivis Mandailing Natal adalah koalisi/ gabungan sejumlah organisasi taktis mahasiswa dan pegiat lingkungan seperti SIPLAH, The Madina Green Institute, Ikatan Pelajar Al Washliyah, JAM NU, AMPM, MPR-Madina, KLIK-Sr, Madina Foundation.

(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Isu Pungli Pawai Kemerdekaan di Merangin Dibantah: Panitia Tegaskan Tak Ada Pungutan, Hanya Salah Komunikasi
Ratusan Warga RW 04 Tejoagung Semarakkan HUT RI ke-81 Gelar Jalan Sehat dan Doorprize
URC Polres Metro Bekuk 4 Pelaku Curas, 3 di Antaranya Masih di Bawah Umur
Diduga Ada Pernikahan Siri Dua Anak di Bawah Umur di Ulu Belu, KUA: Tidak Tercatat
PHBI Sentulan Gelar Khitan Massal dan Pengajian Maulid Nabi, Gandeng Rafika Foods
Kasrem 043/Gatam Hadiri Pengukuhan Paskibraka Lampung 2026, Tekankan Kehormatan Merah Putih
Proyek Revitalisasi KOBER Assurur Tasikmalaya Diduga Tak Sesuai Spek, Pekerja Abaikan K3
Proyek Jalan Puspahiang Mandalasari Tasikmalaya Rp6,8 Miliar Mangkrak, Pekerja Dikeluhkan Kekurangan Bahan
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Isu Pungli Pawai Kemerdekaan di Merangin Dibantah: Panitia Tegaskan Tak Ada Pungutan, Hanya Salah Komunikasi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Ratusan Warga RW 04 Tejoagung Semarakkan HUT RI ke-81 Gelar Jalan Sehat dan Doorprize

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

URC Polres Metro Bekuk 4 Pelaku Curas, 3 di Antaranya Masih di Bawah Umur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Diduga Ada Pernikahan Siri Dua Anak di Bawah Umur di Ulu Belu, KUA: Tidak Tercatat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:02 WIB

PHBI Sentulan Gelar Khitan Massal dan Pengajian Maulid Nabi, Gandeng Rafika Foods

Berita Terbaru