Oknum kepala SDN 3 Nambah Dadi disinyalir mark up anggaran berlangganan koran.

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah,Buktipetunjuk.id – Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah bantuan Pemerintah untuk satuan pendidikan yang dikelola secara mandiri transparan dan akuntabel, oleh tim bos sekolah yang mengacu pada juklak/Juknis Bos.

Akan tetapi berbeda dengan SDN 3 Nambah Dadi, Kec. Terbangi Besar Kab. Lampung Tengah Prov. Lampung, yang disinyalir anggaran itu di mark up oknum Kepala Sekolah.

Dari keterangan beberapa narasumber kepada awak media ini menyebut, pada saat mendatangi sekolah tersebut, guna untuk meminta tagihan mitra berlangganan publikasi/koran, Kamis (05/10/2023), pada saat itu bertemu langsung dengan kepala SDN 3 Nambah Dadi yaitu Nur Hidayah di ruang kerjanya.

Yang bersangkutan Nur Hidayah menyampaikan bahwa, pembayaran langganan koran yang tadinya sebesar Rp.150.000, namun realisasi yang diterima atau yang dibayarkan hanya sebesar Rp.100.000.

Yang menjadi tanda tanya, dimana nilai pembayaran itu disinyalir di Mark Up oleh oknum Kepala Sekolah, di dalam kwitansi/BKP tertera berjumlah sebesar Rp 210.000, dengan alasan sisanya untuk kepala sekolah guna operasional keperluan kantor.” ungkap sumber.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Geledah Ruko di Tiyuh Mercu Buana, Diduga Tempat Peredaran Narkotika

Dari keterangan Ersyan Gunawan, salah satu awak media yang merasa dirugikan dan menduga Sisa dana koran sebesar Rp 110.000 itu di Mark up, sementara jumlah media yang bermitra di SDN 3 Nambah Dadi itu sebanyak 20 media, artinya bila anggaran MOU satu media itu Rp.110 ribu dikalikan 20 media yang MOU berjumlah Rp.2,2 Juta yang diduga masuk ke kantong pribadi oknum Kepala Sekolah, dengan dalih untuk operasional sekolah.

“Tentunya terkait hal ini kita mendesak pihak Disdikbud Lamteng, untuk menyelidiki dan memproses dugaan Mark Up anggaran BOS di SDN 3 Nambah Dadi tersebut,” tegasnya.

Ironisnya hal seperti ini masih saja terjadi di sekolah yang ada di Kab. Lamteng, tidak menutup kemungkinan adanya dugaan Mark Up ataupun tindak pidana korupsi di SDN 3 Nambah Dadi.” tutup Ersyan.

(Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian
Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Polisi Tangkap Pencuri Inventaris Masjid Al-Ikhlas di OKU Selatan
Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba Internasional: 89 Kg Sabu Disita
Menyerang Petugas, Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati
Satu Keluarga Tewas Bersimbah Darah di Tulang Bawang, Polisi OLah TKP dan Buru Pelaku
Kejari Kepahiang Terima Rp100 Juta Uang Pengganti Korupsi RSUD, Total Kerugian Rp530 Juta
Pelarian RT Terduga Pelaku Persetubuhan Anak, Dibekuk Tim Gabungan Polres dan Polda Sulut di Manado 
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Polres Tanggamus Tangkap Tiga Terduga Penadah Motor Curian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Polisi Tangkap Pencuri Inventaris Masjid Al-Ikhlas di OKU Selatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba Internasional: 89 Kg Sabu Disita

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Menyerang Petugas, Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati

Berita Terbaru