Nihil Penindakan, Satgas PETI Madina Dikecam: Publik Desak Gubsu Turunkan Tim Khusus

- Penulis Berita

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,Buktipetunjuk.id –

Satuan Tugas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Mandailing Natal mendapat kecaman keras dari publik. Hingga batas akhir fase penindakan pada Minggu, 31 Agustus 2026, satgas yang dibentuk melalui SK Bupati itu dinilai belum melakukan penertiban konkret di lapangan.

Ketua Aliansi Mahasiswa Pemuda Pemantau Kebijakan Pemerintah (AMP2K), Pajarur Rohman Nasution, menyebut Satgas PETI hanya “omon-omon” dan NATO-No Action, Talk Only.

“Sejak awal sampai akhir tak pernah ada satupun action. Info terakhir, satgas masih sibuk dengan draft personel yang belum rampung,” kata Pajar di Panyabungan, Minggu 31 Agustus 2026.

Menurut Pajar, satgas yang digadang menjadi garda terdepan penegakan hukum justru menunjukkan ketidakberdayaan. Padahal, kata dia, aktivitas PETI berskala besar dengan alat berat makin marak.

“Hanya garang di atas kertas tapi pengecut di lapangan. Belum ada tindakan nyata terhadap pelaku,” ujarnya.

Alumnus Pascasarjana UIN Riau itu menilai mandulnya penindakan memicu spekulasi publik.

“Wajar muncul asumsi ada dugaan pembiaran atau kompromi terselubung antara elite dengan pengusaha ilegal,” kata aktivis PMII tersebut.

Baca Juga:  Desa Dusun Mudo Porak poranda: PTTI Merajalela, Jalan Hancur, Kades Klaim Sudah Melapor

Desakan serupa datang dari Gerakan Pemantau Keuangan Negara (GPKN). Ketua GPKN, M. Rizky Lubis, meminta Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution turun tangan.

“Kami minta Gubsu segera menerjunkan Satgas Gabungan Terpadu ke Madina. Jangan tunggu ada korban jiwa dan bencana ekologis baru bergerak,” tegas Rizky.

Rizky menyebut Satgas PETI lokal sudah tak berkutik menghadapi pemodal. “Satgas hanya jadi macan kertas. Ini bahan lelucon para pengusaha tambang ilegal,” ujarnya.

Direktur Eksekutif The Madina Green Institute, Ridwandi Nasution, menilai intervensi provinsi sebagai satu-satunya solusi.

“Gubernur harus ambil alih komando penertiban. Madina sekarang seperti daerah tanpa hukum akibat PETI yang merajalela,” kata Ridwandi.

Ia mendesak agar tim khusus provinsi tak hanya menyasar pekerja, tetapi juga menangkap pemodal besar. “Kita tak bisa berharap pada Satgas PETI yang terkesan tutup mata. Ini sandiwara birokrasi yang memuakkan,” tutup Ridwandi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Satgas PETI maupun Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terkait tudingan nihilnya penindakan.

Reporter: Magrifatulloh
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Perencanaan Jalan PUPR Merangin Rp5,3 Miliar Disoal, GIBM dan Mahasiswa Akan Gelar Aksi
Pertahankan Nilai Sejarah, Pemkab Kepahiang Resmi Batal Relokasi Tugu Pahlawan
Polsek Cihaurbeuti Gelar Jumling di Sukahurip, Ajak Warga Menjaga  Kamtibmas
Revitalisasi TK Bhakti Guru Ciamis Rp 677 Juta Disorot: Pekerja Diduga Abaikan K3, Anggota P2SP Rangkap Kepala Sekolah
Kapolsek Cihaurbeuti Hadiri Musrenbang Desa Sukahaji, Dorong Sinergi Pembangunan
Tambang Diduga Ilegal di Perbatasan Sumbar–Sumut Viral, SATMA AMPI Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Oknum DPRD
Inspektorat Jember Periksa Tiga Orang Terkait Dugaan Pemotongan Dana BUMDes Pancakarya
Kapolres Jombang Temui Ormas, Ajak Redam Hoaks, Balap Liar dan Jaga Kamtibmas 
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:39 WIB

Anggaran Perencanaan Jalan PUPR Merangin Rp5,3 Miliar Disoal, GIBM dan Mahasiswa Akan Gelar Aksi

Jumat, 6 November 2026 - 19:57 WIB

Pertahankan Nilai Sejarah, Pemkab Kepahiang Resmi Batal Relokasi Tugu Pahlawan

Jumat, 6 November 2026 - 18:33 WIB

Polsek Cihaurbeuti Gelar Jumling di Sukahurip, Ajak Warga Menjaga  Kamtibmas

Jumat, 6 November 2026 - 17:59 WIB

Revitalisasi TK Bhakti Guru Ciamis Rp 677 Juta Disorot: Pekerja Diduga Abaikan K3, Anggota P2SP Rangkap Kepala Sekolah

Jumat, 6 November 2026 - 17:48 WIB

Kapolsek Cihaurbeuti Hadiri Musrenbang Desa Sukahaji, Dorong Sinergi Pembangunan

Berita Terbaru