TANGGAMUS,Buktipetunjuk.id –
Warga di Jalur Dua Komplek Islamic Center, Kelurahan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan dugaan ketidakstabilan tegangan listrik yang disebut telah berlangsung hampir satu tahun. Kondisi tersebut dikeluhkan mengganggu aktivitas dan diduga memicu kerusakan peralatan elektronik warga.
Gangguan tersebut dilaporkan terjadi hampir setiap hari, terutama pada malam hari. Warga menyebut tegangan listrik sering naik turun secara tiba-tiba, yang ditandai dengan nyala lampu yang berubah dari terang menjadi redup, hingga pemadaman yang terjadi berulang dalam durasi singkat.
“Kalau malam lampunya kadang terang, kadang redup. Sudah ada televisi rusak, dispenser rusak, AC juga banyak yang bermasalah. Bahkan listrik bisa mati hidup berkali-kali dalam sehari tanpa mengenal waktu,” ujar salah seorang warga di lokasi tersebut, Kamis (6/8/2026).
Akibat kondisi itu, warga mengaku mengalami kerugian materiil. Sejumlah perangkat elektronik seperti televisi, dispenser, lampu downlight, hingga pendingin ruangan (AC) dilaporkan mengalami kerusakan dan tidak dapat berfungsi normal saat tegangan melemah.
Warga menyebut telah beberapa kali menyampaikan pengaduan kepada PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kotaagung sejak tahun 2025 lalu. Namun hingga saat ini, mereka menilai belum ada perbaikan menyeluruh yang membuat tegangan kembali stabil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun warga dari petugas teknis di lapangan, dugaan sementara penyebab gangguan adalah kapasitas jaringan yang tidak lagi mencukupi beban pelanggan, sehingga diperlukan penambahan gardu distribusi baru. Namun, realisasinya disebut masih menunggu persetujuan dari manajemen.
Menyikapi kondisi tersebut, warga mendesak PT PLN (Persero) ULP Kotaagung untuk segera melakukan perbaikan jaringan secara konkret. Selain itu, warga juga meminta adanya pertanggungjawaban berupa kompensasi atas kerusakan alat elektronik yang diduga dipicu oleh ketidakstabilan tegangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN ULP Kotaagung belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi dan membuka ruang hak jawab bagi pihak PLN guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.
Pewarta: Zaini
Editor: Redaksi















