Pelayanan Puskesmas Mompang Dikeluhkan Warga, Kadiskes Madina Diminta Evaluasi Jabatan Kapus

- Penulis Berita

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal,Buktipetunjuk.id

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Mompang, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga mengeluhkan adanya pembatasan waktu pelayanan yang dinilai merugikan pasien, khususnya yang datang setelah pukul 12.00 WIB.

Menurut laporan warga, sejumlah pasien yang datang siang hari diminta pulang dan kembali esok hari dengan alasan jam pelayanan telah berakhir. Kondisi ini pun menyulitkan warga desa terpencil yang harus menempuh jarak jauh demi mendapatkan pengobatan medis segera.

Warga menyayangkan kebijakan internal yang dinilai tidak populis serta upaya menghentikan pelayanan pasien setelah pukul 12.00 WIB. Pembatasan sepihak ini dinilai bertolak belakang dengan semangat UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan Puskesmas memenuhi standar minimal 37,5 jam kerja per minggu.

Meski regulasi daerah umumnya membolehkan loket pendaftaran rawat jalan tutup lebih awal (sekitar pukul 11.00 atau 12.00 WIB) untuk menyelesaikan pemeriksaan, warga berharap ada sosialisasi transparan sebelumnya secara massif kepada warga terkait jam operasional puskesmas dan dispensasi bagi pasien darurat.

Kekecewaan masyarakat kian bertambah karena buruknya komunikasi dan etika profesi sebagian oknum tenaga medis di lapangan yang dinilai kurang ramah dalam melayani masyarakat.

Baca Juga:  Anak Desa Sulit Dapat Sekolah Negeri Terdekat, Tanggung Jawab Negara Dipertanyakan Kades Ngingasrembyong

“Sudah jamak terjadi di Puskesmas ini diwarnai perang mulut antara warga dan petugas akibat pelayanan yang dinilai buruk. Seharusnya selaku petugas kesehatan mereka bisa lebih sabar, ramah, profesional, melayani dari hati dan lebih “memanusiakan manusia” ungkap seorang warga yang sedang berobat bermarga Borotan kepada pers (07/07)

Menanggapi carut-marut pelayanan ini, warga mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina dr Fransiska untuk mengambil tindakan tegas. “Kadis Kesehatan diminta memberikan sanksi hingga mengevaluasi jabatan Kepala Puskesmas Mompang Julu drg. Eldelina Ariani Nasution
demi mengembalikan fungsi pelayanan publik yang lebih humanis. Jangan mentang mentang dia keluarga dekat Ibu Wakil Bupati akhirnya pengelolaan puskesmas ini tidak tertib, terkesan amburadul dan tidak ada manajemen yang baik” terang warga bermarga Pane dengan nada kesal ikut menimpali.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Mompang belum memberikan keterangan resmi terkait pembenahan sistem pelayanan tersebut. Pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi Kepala Puskesmas Mompang maupun Dinas Kesehatan Madina untuk mendapatkan klarifikasi berimbang terkait keluhan pemulangan pasien dan tuntutan pembenahan sikap aparatur kesehatan tersebut.

(Magrifatulloh).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Unit Tipidter Polres Tulang Bawang Barat Olah TKP dan Priksa Saksi, Kasus Dugaan Mafia Pupuk
Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda
AKP Rizky Dwi Cahyo, Mendapatkan Penghargaan Khusus Dari Kapolda Lampung
Pukul Rekan Kerja Pakai Balok Kayu, Pria Asal Bandar Lampung Ditangkap Polisi 
Tim Advokasi ABR Indonesia Tubaba Temukan Dugaan Mark Up Harga Satuan Porsi Menu MBG 
SJB Kerahkan Puluhan Advokat, Siap Hadapi Gugatan Rp 25 Miliar Togar Situmorang Terhadap Empat Media
KKN Mahasiswa IAI Tulang Bawang Mengusung Tema PHBS Berkolaborasi Dengan Masyarakat
Dana Desa Gunung Sari Tahun 2025 Diduga Dikorupsi dan Mark Up Anggaran
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:14 WIB

Unit Tipidter Polres Tulang Bawang Barat Olah TKP dan Priksa Saksi, Kasus Dugaan Mafia Pupuk

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:53 WIB

Berhenti di Polresta Bandar Lampung, Kasus Wildan Masuk Polda

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:00 WIB

AKP Rizky Dwi Cahyo, Mendapatkan Penghargaan Khusus Dari Kapolda Lampung

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:21 WIB

Pukul Rekan Kerja Pakai Balok Kayu, Pria Asal Bandar Lampung Ditangkap Polisi 

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:57 WIB

Tim Advokasi ABR Indonesia Tubaba Temukan Dugaan Mark Up Harga Satuan Porsi Menu MBG 

Berita Terbaru