Sembako dan BLT tidak mampu menggoyahkan keteguhan hati nurani rakyat untuk tetap memilih pemimpin Indonesia yang ideal.

- Penulis Berita

Sabtu, 3 Februari 2024 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buktipetunjuk.id— Kekhawatiran banyak orang terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 (Pilpres, Pileg maupun Pilkada) tidak jujur, tidak adil dan lebih beradab, karena menengarai akan dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dengan cara curang, adanya intimidasi dan pelanggaran etika mulai dari tahapan awal penentuan calon hingga pelaksanaan kampanye sampai saat perhitungan suara untuk semua jenis kompetisi yang ada dalam rangkaian Pemilu 2024.

Simflikasi dari kondisi yang sesungguhnya menggejala dalam masyarakat itu, sama dengan wujud pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau dalam bentuk sembako serta pemberian lainnya dalam upaya merayu rakyat sebagai pemilih yang sesungguhnya hendak dikerdilkan. Kecuali itu, segala bentuk bantuan dalam  bentuk bahan pangan pokok serta uang tunai itu, merupakan pengakuan atas upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat mengatasi  kemiskinan rakyat.

Himbauan terhadap pegawai negeri sipil, militer dan Polri agar bersikap netral lantaran ditengarai adanya kecenderungan dari aparat pemerintah berpihak kepada salah satu calon atau pasangan calon Presiden maupun terhadap partai politik tertentu yang sepatutnya tidak dilakukan.

Seperti pemasangan alat peraga selama kampanye Pilpres maupun parpol tertentu, aparat pemerintah pun harus bersikap netral, tidak berpihak pada salah satu peserta pemilu yang diharapkan bersih dan bermartabat.

Begitulah idealnya pesta demokrasi rakyat yang bebas dan memiliki rasa aman dan nyaman menyambut Pemilu 2024 yang diharap bisa lebih berkualitas, setidaknya dibanding pelaksanaan Pemilu di Indonesia sebelumnya yang riuh dengan kecurangan hingga menelan banyak korban.

Catatan tentang meninggalnya sejumlah petugas KPPS usai Pemilu 2019 sungguh penting menjadi perhatian dan kewaspadaan secara bersama agar tidak sampai terulang. Sebab hakekat dari pesta demokrasi bagi rakyat harus dimaknai dengan kegembiraan dan kebahagiaan untuk menyambut perubahan yang lebih baik dari waktu sebelumnya dengan adanya pemimpin yang baru untuk memperjuangkan amanah rakyat dengan baik dan benar, tanpa keculasan maupun pengkhianatan.

Baca Juga:  Tolerasi umat beragama, Satgas Yonif 310/KK hadiri acara do'a arwah di perbatasan.

Karena itu, pilihan yang terbaik bagi rakyat harus dilakukan dan dijaga bersama, karena pilihan rakyat itu bisa dikata sebagai pilihan Tuhan untuk menentukan masa depan bangsa dan negara yang tidak boleh dipertaruhkan seperti dalam perjudian. Karena pilihan rakyat untuk memimpin negara dan bangsa Indonesia pada lima tahun ke depan akan sangat menentukan upaya untuk mencapai kesejahteraan rakyat dalam arti luas. Adapun kesejahteraan yang paling utama itu adalah sejahtera dalam pengertian ekonomi, sejahtera pula dalam pengertian sosial dan budaya dengan meningkatkan kecerdasan dan etika, serta moral segenap anak bangsa agar memiliki kepribadian yang luhur dalam pergaulan dalam skala lokal, nasional dan internasional. Maka itu, usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa pada tataran intelektual serta spiritual menjadi kewajiban pemimpin bangsa Indonesia yang tidak boleh diabaikan.

Begitulah tampaknya kecemasan selama Pemilu yang menghantui itu sekarang telah mencair. Sebab sembako dan BLT hingga serangan fajar tidak lagi mampu menggoyahkan keteguhan hati nurani kita yang terus terjaga  untuk tetap memilih pemimpin masa depan Indonesia yang paling ideal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Dan semua bentuk  kecurangan dan keculasan yang dilakukan oleh berbagai pihak itu sangat mungkin luput dari pengawasan manusia, tapi pasti tidak dalam kuasa  Tuhan. Dan ganjaran serta azab-Nya pasti kelak pun ada juga.

Tiga Raksa, 3 Februari 2024.
Penulis : Jacob Ereste.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Raih Doktor Hukum UP, Lulus Summa Cumlaude IPK 4,0
DPR RI Menyetujui, Suyudi Ario Seto Dilantik Menjadi Kapolri 
15 Tahun Bagi Pupuk Gratis, Andi Undru Ungkap Persoalan Petani dari Lapangan
RPA Peduli Kembali Terjun ke Lokasi Gempa NTT, Buka Posko di Manggarai Timur
DePA-RI Desak Perampasan Aset Koruptor: “Jangan Cuma Tangkap, Kembalikan Uang Negara”
Dampak Keracunan Makanan MBG Di MTs N 2 Kisaran, Rosmansyah Minta Evaluasi Menyeluruh dan Penanganan Serius
Advokat PAKIM Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Jakarta
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Raih Doktor Hukum UP, Lulus Summa Cumlaude IPK 4,0

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Menyetujui, Suyudi Ario Seto Dilantik Menjadi Kapolri 

Selasa, 22 September 2026 - 11:22 WIB

15 Tahun Bagi Pupuk Gratis, Andi Undru Ungkap Persoalan Petani dari Lapangan

Minggu, 20 September 2026 - 10:30 WIB

RPA Peduli Kembali Terjun ke Lokasi Gempa NTT, Buka Posko di Manggarai Timur

Berita Terbaru