WAY KANAN,Buktipetunjuk.id —
Roda panen tebu di Register 44, Negara Batin, Way Kanan, kembali berputar. Kamis, 3 September 2026, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman turun langsung ke lokasi, memastikan aspirasi petani tidak berhenti di meja birokrasi.
Didampingi Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, jajaran pemerintah pusat, Pemprov Lampung, Forkopimda Way Kanan, TNI-Polri, dan instansi terkait, KSP Dudung mendarat di Way Kanan dengan helikopter Bell-412E PR. Rombongan langsung menuju Camp Area Workshop Register 44 untuk meninjau panen raya sekaligus berdialog dengan petani.
“Pemerintah harus hadir memberikan solusi. Persoalan administrasi dan aspek hukum akan kami koordinasikan bersama Kementerian Kehutanan dan instansi terkait,” kata Dudung di hadapan petani.
Sebelumnya, Kelompok Tani Hutan (KTH) Register 44 sempat melaporkan kendala yang membuat panen terhenti ke Kantor Staf Kepresidenan. Aduan itu direspons dengan koordinasi lintas kementerian hingga panen bisa dilanjutkan.
“Yang utama adalah masyarakat dapat merasakan manfaat dari hasil panennya. Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas,” ujar Dudung.
Dikawal TNI, Diserap Ribuan Tenaga Kerja
Danrem 043/Gatam menegaskan komitmen pengamanan. “Korem 043/Garuda Hitam bersama jajaran TNI di Way Kanan siap mengamankan dan mendampingi seluruh proses panen. Kehadiran kami merupakan bentuk nyata dukungan negara agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegas Sumarlin.
Bagi warga Negara Batin, tebu bukan sekadar tanaman. Komoditas ini menjadi penopang hidup sekaligus penggerak ekonomi. Saat ini, 57 kelompok tani telah mengantongi SK registrasi dari Dinas Kehutanan Lampung dengan total sekitar 2.200 anggota.
Aktivitas budidaya dan panen menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja. Sektor pendukung ikut bergerak, dari angkutan, perdagangan, hingga pupuk dan sarana produksi pertanian.
Data per 31 Agustus 2026 mencatat 3.788 hektare telah dipanen dari target 6.252 hektare. Sebanyak 289.800 ton tebu sudah dikirim ke pabrik dengan rendemen rata-rata 8,56 persen. Masih tersisa 2.464 hektare yang ditargetkan rampung pertengahan Oktober 2026, dengan potensi 179.898 ton tebu.
Soal Administrasi, Pemprov Siapkan Pendampingan
Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Drs. Sulpakar, M.M. menyatakan Pemprov Lampung akan memberi pendampingan teknis dan fasilitasi kemitraan sesuai aturan. “Proses administrasi diharapkan tidak memadamkan harapan petani. Koordinasi dengan Kementerian Kehutanan akan terus dilakukan untuk mencari penyelesaian terbaik,” ujarnya.
KTH Register 44 berharap kemitraan yang berjalan selama ini bisa dilanjutkan.
Danrem 043/Gatam menutup kunjungan dengan ajakan menjaga kondusivitas. “Mari kita jaga Way Kanan tetap aman. Dengan kebersamaan antara pemerintah, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya,” kata dia.
Bagi petani Register 44, panen yang kembali bergulir lebih dari sekadar produksi. Ini simbol harapan atas keberlanjutan usaha, kesejahteraan keluarga, dan penguatan ekonomi Way Kanan. Kegiatan ini juga disebut mendukung swasembada gula nasional.(Red)









