Merangin,Buktipetunjuk.id –
Sejumlah mahasiswa Universitas Merangin mendesak pimpinan kampus segera membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa. Mereka menilai janji reaktivasi BEM yang disampaikan sejak beberapa tahun lalu belum menunjukkan perkembangan berarti.
Tiga mahasiswa dari fakultas berbeda menyampaikan kekecewaan tersebut kepada media, Selasa, 25 Agustus 2026. Mereka meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
“Berkali-kali dikatakan ‘sedang diproses’ dan ‘akan segera dilaksanakan’, tapi sampai hari ini belum ada langkah konkret,” ujar salah satu mahasiswa.
Para mahasiswa mempertanyakan komitmen rektorat. Menurut mereka, ketiadaan BEM membuat aspirasi mahasiswa tidak memiliki wadah resmi.
“Tanpa BEM, suara mahasiswa sulit tersalurkan secara kelembagaan,” kata mahasiswa lainnya.
Mahasiswa juga menduga penundaan pembentukan BEM terkait kekhawatiran pimpinan terhadap fungsi kontrol organisasi kemahasiswaan.
“BEM seharusnya jadi mitra, bukan dianggap ancaman,” ucap salah satu perwakilan.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Rektor III Universitas Merangin menyatakan saat ini kampus tengah fokus pada Penerimaan Mahasiswa Baru 2026.
“Saat ini seluruh perhatian dan tenaga kami sedang difokuskan sepenuhnya untuk kegiatan PMB tahun ini,” katanya, Selasa, 25 Agustus 2026.
Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak rektorat mengenai jadwal atau tahapan pembentukan BEM. Para mahasiswa menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan hingga BEM terbentuk melalui mekanisme pemilihan yang demokratis.
Reporter: Rudianto









