Kejati Jambi Ditantang Ungkap Aktor Lain Sebelum Tutup Tahun 2026
MERANGIN, Buktipetunjuk.id –
Kasus dugaan korupsi dana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Merangin kembali menyedot perhatian publik. Setelah enam orang ditetapkan sebagai tersangka, masyarakat mempertanyakan langkah Kejaksaan Tinggi Jambi berikutnya: akankah penyidikan berkembang, atau berhenti di titik ini?
Perkara yang menyangkut pengelolaan keuangan daerah itu dinilai belum sepenuhnya menjawab keresahan warga. Desakan menguat agar proses hukum terus berjalan selama penyidik menemukan bukti keterlibatan pihak lain.
“Jangan Berhenti di Enam Nama”
Pengacara Jambi berinisial AZ menegaskan, penanganan perkara harus tuntas dan berbasis alat bukti. Ia berharap Kejati tidak mengunci kasus pada enam tersangka bila fakta penyidikan mengarah ke pihak lain.
“Kasus ini jangan sampai terhenti dengan enam orang tersangka itu saja. Saya berharap Kejati Jambi dalam akhir tahun ini dapat menetapkan tersangka terbaru, tentunya apabila dari hasil penyidikan ditemukan alat bukti yang cukup,” kata AZ kepada Buktipetunjuk.id, Minggu (25/10/2026).
Menurut AZ, warga Merangin kini menunggu gebrakan baru. “Kepercayaan publik akan menguat jika setiap dugaan keterlibatan ditelusuri profesional, transparan, dan berdasar bukti,” ujarnya.
Hingga kini, Kejati Jambi belum mengumumkan perkembangan terbaru terkait penambahan tersangka. Padahal sorotan publik menguat karena dana yang diduga diselewengkan berasal dari anggaran daerah yang mestinya dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Pertanyaan yang menggantung: apakah penyidikan akan membuka babak baru dengan tersangka lain, atau perkara berhenti pada enam nama yang sudah ada?
Jawaban itu bergantung pada dua hal aliran dana dan peran pihak lain yang terungkap dalam penyidikan. Publik berharap semua ditindaklanjuti sesuai hukum, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Akhir Tahun Jadi Penentu
Memasuki penghujung 2026, Kejati Jambi berada di bawah sorotan. Bagi warga Merangin, kasus ini bukan sekadar deretan angka dan nama. Mereka menuntut kepastian bahwa penegakan hukum benar-benar membongkar perkara hingga terang.
Kini, semua mata tertuju ke Kejati Jambi. Menetapkan tersangka baru atau menutup kasus pada enam orang keputusannya akan menjadi ujian transparansi aparat di mata publik.
Reporter: Rudianto









