Orang tua diarahkan ambil seragam di toko yang ditunjuk sekolah, tapi tak ada proses ukur. Seragam disebut sudah jadi semua.
Merangin,Buktipetunjuk.id —
Sejumlah wali murid di Kota Bangko, Merangin, Jambi, mempertanyakan janji pengadaan seragam sekolah yang disebut “dijahit sesuai ukuran”. Alih-alih diukur, siswa diminta memilih sendiri dari tumpukan seragam yang sudah jadi di Toko Pratama, rekanan yang ditunjuk sekolah.
“Kekecewaan mencuat setelah orang tua datang ke toko tersebut pada Senin, 25 Agustus 2026. “Katanya akan diukur lalu dijahitkan. Tapi sampai sana, anak saya tidak diukur sama sekali. Disuruh coba satu-satu. Hampir tidak ada yang muat,” ujar salah satu wali murid SD yang enggan disebut namanya.
Kejadian serupa dialami calon siswa SMP Negeri 4 Merangin. “Kami langsung disuruh cari yang pas dari tumpukan baju. Karena tak ada yang cocok, kami diminta pulang dan menunggu sebulan,” kata orang tua lainnya.
Pemilik Toko Pratama, Haji Haidir, membantah tidak ada proses jahit. Ia berdalih metode pengukuran berbeda.
“Tetap dijahit kok. Hanya saja kami pakai standar angka dan huruf. Kalau tidak tahu ukurannya bagaimana bisa kami jahit? Sebagian kami kerjakan, sebagian dilempar ke penjahit lain, terutama seragam Pramuka berbahan Rapilo,” katanya saat dikonfirmasi.
Namun pantauan Buktipetunjuk.id, di lokasi tidak menemukan aktivitas menjahit. Tak terlihat mesin jahit maupun penjahit yang bekerja. Seluruh seragam harian, Pramuka, olahraga, hingga batik sudah dalam kondisi jadi dan tersusun rapi di rak.
Janji “dijahit khusus” yang disampaikan sekolah kini dipertanyakan. Wali murid menilai praktik ini tidak transparan dan merugikan. Pasalnya, mereka tetap harus membayar harga seragam jahit, padahal yang diterima adalah barang jadi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Merangin terkait mekanisme penunjukan toko dan standar pengadaan seragam tersebut.
Redaksi media Buktipetjuk.id membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak-pihak yang dimuat dalam pemberitaan ini, guna kebermbangaan pemberitaan dan kepastian informasi.(Bersambung)
Reporter: Rudianto









