Panyabungan, Buktipetunjuk.id –
Turnamen sepak bola Madina Super League yang digelar di Lapangan Kompi Senapan B 123, Mangga Dua, Desa Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal, Selasa, 27 Oktober 2026, memantik polemik. Dua isu mencuat: dugaan promosi produk rokok oleh Sales Promotion Girl dan dugaan ketidaknetralan wasit di lapangan.
Ketua Forum Mahasiswa Pemuda Pemantau Pemerintah dan Pelayanan Publik, Arif Azka Batubara, mempersoalkan aktivitas promosi rokok di arena pertandingan. Di sisi lain, tokoh pemuda Mandailing Natal, Akbar Panjaitan, mendesak panitia mengevaluasi kinerja wasit.
Kedua sorotan itu kini menjadi ujian bagi panitia: mampukah mereka menjaga integritas kompetisi sekaligus memastikan kepatuhan pada regulasi?
Arif Azka: Jelaskan Status Promosi Rokok
Menurut Arif Azka, sepak bola semestinya menjadi ruang pembinaan generasi muda, bukan etalase promosi produk tembakau. Ia meminta panitia membuka tiga hal: bentuk promosi yang dilakukan SPG, status kerja sama dengan sponsor, serta kepatuhan terhadap aturan promosi rokok.
“Turnamen sepak bola merupakan kegiatan olahraga yang seharusnya menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Arif, Rabu, 28 Oktober 2026.
“Jika memang terdapat aktivitas promosi rokok oleh SPG di lokasi pertandingan, panitia perlu menjelaskan apakah kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama sponsor resmi dan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”
Arif menekankan, banyak anak dan remaja hadir sebagai penonton. Karena itu, ia mengingatkan, setiap kerja sama komersial dalam olahraga wajib mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan perlindungan kesehatan publik.
Akbar Panjaitan: Netralitas Wasit Harga Mati
Akbar Panjaitan menyoroti aspek teknis pertandingan. Ia menilai, netralitas wasit adalah fondasi kompetisi yang sehat. Setiap keputusan harus merujuk pada Laws of the Game, bukan keberpihakan.
“Dalam sebuah turnamen sepak bola, netralitas wasit merupakan hal yang sangat penting. Semua tim harus mendapatkan perlakuan yang sama,” kata Akbar.
Ia meminta panitia menindaklanjuti keberatan tim secara serius. Evaluasi, menurut dia, mesti berbasis fakta: rekaman pertandingan, laporan pengawas, dan aduan resmi klub.
“Jangan terburu-buru menyimpulkan ada keberpihakan sebelum bukti diperiksa,” ujarnya.
Tuntutan Transparansi ke Panitia
Dua sorotan tersebut mengerucut pada satu desakan: transparansi. Panitia Madina Super League diminta segera mengklarifikasi dugaan promosi rokok serta mekanisme pengawasan wasit.
Publik menanti penjelasan soal tata kelola sponsor, jalur pengaduan peserta, dan prosedur evaluasi perangkat pertandingan. Jika ditemukan pelanggaran, audit terbuka dinilai perlu agar insiden serupa tak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, panitia belum memberikan keterangan resmi. Buktipetunjuk.id masih berupaya mengonfirmasi pihak penyelenggara dan perangkat pertandingan untuk verifikasi lebih lanjut.
Penyelenggara diharapkan segera menyampaikan klarifikasi berbasis fakta agar Madina Super League tetap menjunjung sportivitas, transparansi, dan profesionalisme.
Reporter: Magrifatulloh









