JEMBER,Buktipetunjuk.id –
Ruas jalan nasional Rambipuji–Jubung menuju Terminal Tawangalun, Jember, lumpuh total pada Minggu, 7 September 2026. Antrean kendaraan pengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Jubung meluber hingga memakan separuh badan jalan, menyandera arus logistik sekaligus memaksa sejumlah siswa sekolah berjalan kaki menerobos barikade truk besar demi tiba tepat waktu di kelas.
Kepadatan parah terjadi sejak fajar. Pantauan Tempo di lapangan, kendaraan roda dua dan mobil pribadi terjebak di tengah himpitan truk tangki, kendaraan roda enam, hingga bus antarkota. Pada jam sibuk sekolah dan kerja, akses publik terputus total karena antrean solar yang tak terkendali.
Terpaksa Menembus Asap Knalpot
Kekhawatiran akan keterlambatan ujian membuat sejumlah orang tua nekat menurunkan anaknya dari sepeda motor di sekitar Rest Area Jubung. Para siswa lantas melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, menyelinap di sela truk-truk besar dan kepulan asap knalpot.
“Anak-anak terpaksa jalan kaki di antara truk. Ini sangat berbahaya. Hak kami sebagai pengguna jalan terampas hanya karena antrean BBM yang semrawut,” kata seorang wali murid yang enggan disebut namanya, Ahad pagi.
Imbas Tersendatnya Pasokan Regional
Sumber di lapangan menyebut karut-marut ini dipicu tersendatnya distribusi pasokan energi berskala regional. Hambatan armada tangki di jalur logistik utama luar kota menyebabkan kekosongan stok BBM yang fluktuatif di daerah. Begitu pasokan tiba di SPBU Jubung, ratusan kendaraan besar langsung menyerbu tanpa pengaturan kantong parkir darurat.
Akibatnya, antrean memanjang hingga menutup akses jalan nasional. Kondisi ini bertahan hingga siang hari dan belum menunjukkan tanda-tanda terurai.
Desakan Sterilisasi Jalan Nasional
Warga dan pengguna jalan mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Jember bersama Satlantas Polres Jember segera turun tangan. Mereka menuntut sterilisasi bahu jalan dan penindakan tegas terhadap kendaraan non-darurat yang parkir berlapis di jalur vital tersebut.
“Jalan nasional bukan tempat parkir. Kalau dibiarkan, keselamatan siswa dan pekerja jadi taruhannya,” ujar seorang pengendara.
Bagi pengendara roda dua dari arah barat yang hendak menghindari titik mati di poros Jubung, diimbau menggunakan jalur alternatif memotong rute pedesaan menuju kawasan Sukorambi.
Pewarta: Laili









