Kapolri Hadir Langsung, Gubernur Sumut: “Semoga Belawan Jadi Daerah Paling Bersih dari Narkoba”
MEDAN, Buktipetunjuk.id –
Tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin. Narkotika itu diangkut menggunakan Kapal MT Global 168 dan hendak masuk melalui Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, Kota Medan.
Pengungkapan kasus ini digelar dalam konferensi pers di Terminal Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Jumat, 23 Oktober 2026. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto hadir langsung memimpin rilis tersebut.
Gubernur Sumatera Utara
Muhammad Bobby Afif Nasution yang turut hadir mengapresiasi kedatangan Kapolri. Menurut dia, kehadiran pimpinan tertinggi Polri di Belawan menjadi dorongan moral bagi Forkopimda memberantas narkoba.
“Mohon izin Pak Kapolri, kami menyampaikan selamat datang di Sumatera Utara, di Kota Medan, tepatnya di Belawan. Kehadiran Pak Kapolri di Belawan ini mudah-mudahan menambah semangat bagi kami, khususnya Forkopimda, TNI, Polri, dan pemerintah daerah, berantas narkoba,” kata Bobby.
Belawan Disorot
Di hadapan Kapolri, Bobby menyebut Belawan sebagai salah satu kawasan paling masif peredaran narkoba di Sumut. Ia berharap kehadiran Kapolri membawa perubahan.
“Oleh karena itu, mudah-mudahan kehadiran Pak Kapolri di sini membawa Belawan semakin lebih cerah lagi. Hari ini mungkin dianggap salah satu daerah yang paling banyak penggunaan narkobanya. Mudah-mudahan setelah kedatangan Pak Kapolri, ini salah satu daerah yang paling bersih dari narkobanya,” ujarnya.
Bobby juga berterima kasih atas pengungkapan 1,16 ton ketamin. “Ini menyelamatkan banyak nyawa, banyak pemuda, calon generasi emas Indonesia 2045,” katanya.
Sumut Lima Tahun Berturut-turut Peringkat Satu
Bobby mengungkapkan, Sumut sudah lebih dari lima tahun berturut-turut menempati peringkat pertama pengguna narkoba secara nasional. Ia menargetkan posisi itu turun drastis.
“Cita-cita kami kalau bisa turun dari peringkat satu, Pak. Jangan di tiga besar, jangan di lima besar, kalau bisa paling bontot. Justru kalau bisa seluruh narkoba yang ada di Indonesia ini bisa hilang,” ucapnya.
Ia bahkan mengulang pernyataan kerasnya saat menjabat Wali Kota Medan. “Saking geramnya, saking kesalnya dengan penyalahgunaan narkoba, dulu kami pernah menyatakan, minta tindak tegas saja untuk penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan, yang membegal dan yang lain,” tutur Bobby.
Bobby menyatakan optimistis Polda Sumut bersama masyarakat dan pemerintah daerah dapat membongkar jaringan narkoba.
“Sehingga nanti Sumatera Utara bisa turun posisinya dari peringkat pertama, minimal keluar dari lima besar penyalahgunaan yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Konferensi pers dihadiri jajaran Forkopimda Sumut, pejabat BNN, dan Bea Cukai. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami asal dan jaringan penerima 1,16 ton ketamin tersebut.
Humas Polda Sumut
Pewarta : Magrifatulloh









