Bangsa ini mengalami degradasi etika dan moral kehidupan.

- Penulis Berita

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan Dr. Suriyanto Pd, SH, MH, M.Kn.

Jakarta,Buktipetunjuk.id -Dalam pesan singkat di platform WhatsApp, Budayawan dan Jurnalis Senior Goenawan Muhammad menyampaikan pesan yang menggurtkan rasa kecewa.

“ Saya dulu memilih Jokowi dan bekerja agar dia menang. Tapi kini saya merasa dibodohi. Jika nanti Prabowo-Gibran/Jokowi menang, kita dan generasi anak kita akan mewarisi kehidupan politik yg terbiasa culas, nepotisme yg menghina kepatutan, lembaga hukum yg melayani kekuasaan.

Saya bertekad mengalahkan dan menggagalkan sandiwara ini. Tadinya saya mau pasif, hanya melukis dan menulis, golput. Tapi yg dipertaruhkan pilpres 2024 begitu besar sebuah tanah air, sejumlah nilai-nilai kebajikan, sebuah generasi baru yg berjuta-juta. Saya putuskan utk, dlm usia lanjut ini, ikut mereka yg melawan untuk perbaikan.
Mudah2an teman2 bersama saya.

Goenawan Mohamad
Menyikapi tulisan Bapak Goenawan Mohaman senior pendiri Tempo media, yang dalam usia sepuh, ingin turut serta mengambil peran demi perbaikan bangsa ini, melalui pemilu 2024. Patut kita sadari bersama, di kehidupan era globalisasi ini bangsa kita mengalami degradasi etika dan moral terutama di bidang pendidikan.

Hal ini harus menjadi perhatian kita semua, sangatlah naif seruan Indonesia emas tahun 2045 jika infrastruktur pendidikan bangsa ini tidak dibenahi dengan baik, serta di bidang pendidikan di pimpin oleh menteri pendidikan yang memilki pengalaman di bidang pendidikan. Kita lihat saat ini banyaknya tawuran antar siswa, perundungan dan sebagainya.

Apa lagi di tahun politik ini semua seolah-olah luput dari perhatian pemerintah karena disibukan dengan berbagai intrik politik untuk merebut kekuasaan tanpa melihat lagi etika dan moral yang harus dikedepankan. Fenomena dunia politik Indonesia dalam beberpa tahun terakhir ini mengalami banyak perubahan.

Baca Juga:  Tinjau Pelatihan Vokasi di SMKN 4 Bandar Lampung, Wapres Dukung Penguatan SDM Berdaya Saing Global

Perubahan perpolitikan di Indonesia tidak hanya mengubah watak dan perilaku para politisi, partai politik, elite politik, dan penguasa, tetapi juga mengubah persepsi dan paradigma berpikir masyarakat Indonesia tentang memaknai hakikat politik itu sendiri. Munculnya konflik antar lembaga negara, kasus korupsi hingga terseretnya pejabat negara karena narkoba dan asusila yang duduk di lembaga legislatif, yudikatif, turut mewarnai carut marutnya tata kelola pemerintahan.
Banyak politisi dan pejabat negara yang sudah tidak ada rasa malu meskipun terindikasi terlibat kasus seolah tenang-tenang saja sambil menunggu proses hukum positif, mereka tidak memberikan tanggung jawab secara moral dan menunjukkan rendahnya etika politik.

Demokrasi yang dibangun dalam dunia perpolitikan saat ini adalah demokrasi yang bebas nilai yang menyebabkan perilaku politisi dan pejabat Negara jauh dari etika politik. Makna dan esensi demokrasi direduksi sebagai merebut kekuasaan. Kedaulatan tidak lagi di tangan rakyat tetapi di tangan penguasa dan lembaga politik. Lembaga politik seperti partai politik bukan lagi merepresentasikan kepentingan rakyat tetapi merepresentasikan kepentingan partai dan elite partai. Yang terjadi, elite partai melanggengkan kekuasaan dengan menggunakan segala cara, termasuk membangun politik dinasti. Akan dibawa kemana bangsa ini?
Untuk itu, etika politik dijadikan sarana merefleksikan kualitas moral yang harus dimiliki oleh para pelaku politik dan para penyelenggara negara.

Indikasinya dapat terlihat sampai sejauh mana para pelaku politik dapat memaknai dan melaksanakan etika politik dan demokrasi dalam kerangka Pancasila.
Mari kita merenungkan kembali perjalanan bangsa ini. Kita jangan larut menjadi generasi durhaka. Kita selamatkan bangsa ini dari mereka yang mabuk kekuasaan.(**)

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 
Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Raih Doktor Hukum UP, Lulus Summa Cumlaude IPK 4,0
DPR RI Menyetujui, Suyudi Ario Seto Dilantik Menjadi Kapolri 
15 Tahun Bagi Pupuk Gratis, Andi Undru Ungkap Persoalan Petani dari Lapangan
RPA Peduli Kembali Terjun ke Lokasi Gempa NTT, Buka Posko di Manggarai Timur
DePA-RI Desak Perampasan Aset Koruptor: “Jangan Cuma Tangkap, Kembalikan Uang Negara”
Dampak Keracunan Makanan MBG Di MTs N 2 Kisaran, Rosmansyah Minta Evaluasi Menyeluruh dan Penanganan Serius
Advokat PAKIM Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Jakarta
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Rumah di KPAD Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online, 11 Sipil Diamankan 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:36 WIB

Mantan Ketua KPK Firli Bahuri Raih Doktor Hukum UP, Lulus Summa Cumlaude IPK 4,0

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:43 WIB

DPR RI Menyetujui, Suyudi Ario Seto Dilantik Menjadi Kapolri 

Selasa, 22 September 2026 - 11:22 WIB

15 Tahun Bagi Pupuk Gratis, Andi Undru Ungkap Persoalan Petani dari Lapangan

Minggu, 20 September 2026 - 10:30 WIB

RPA Peduli Kembali Terjun ke Lokasi Gempa NTT, Buka Posko di Manggarai Timur

Berita Terbaru