Pernyataan Presiden boleh memihak berbahaya bagi proses Demokrasi.

- Penulis Berita

Rabu, 24 Januari 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, S.H,M.H,M.Kn.

Buktipetunjuk.idPresiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan terkait pemimpin negara boleh untuk berkampanye dan memihak asal tidak menggunakan fasilitas negara. Pernyataan itu disampaikan Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/1/2024) Pernyataan Presiden Jokowi tersebut, sontak menuai reaksi dari berbagai kalangan, baik di tingkat elit, maupun masyarakat.

Pernyataan Jokowi yang beredar di media sosial yang menyatakan bahwa presiden juga menteri-menteri boleh mendukung pasangan capres dan cawapres asal tidak menggunakan pasilitas negara. Pernyataan Jokowi sangat aneh, dan tidak memahami tugasnya dalam menjalankan pemerintahan. Berbagai fenomena tidak baik banyak terjadi di pilpres 2024 ini, yang dinilai tidak memberi pelajaran baik terhadap generasi muda dalam berpolitik, berdemokrasi serta berbangsa dan bernegara. Indonesia sebagai negara besar ketiga yang menjalankan demokrasi juga dikenal sebagai bangsa besar yang berbudi luhur serta berbudaya dan beretika ini digerus oleh kepentingan politik dinasti di pilpres 2024 ini.

Dari mulai penyimpangan hukum konsitusi yang di lakukan MK tentang perubahan pasal 169 huruf q yang bukan kewenangan nya u tuk membuat norma baru pada UU, hingga pelanggaran KPU tentang pelaksanaan PKPU No 19 yang hingga kini masih berjalan gugatannya di PN jakpus tentang pendaftaran cawapres yang menggunakan putusan haram MK. Aneh tapi nyata tapi terjadi, hal yang disampaikan Jokowi yang hingga saat ini masih menjabat sebagai presiden sangtnlah tidak etis, karena sepanjang sejarah reformasi hal ini tidak pernah terjadi.

Baca Juga:  Menulis dengan kesadaran untuk mengukir indahnya batu nisan diri sendiri.

Jokowi seolah mencari pembenaran di semua sisi karena anaknya maju jadi cawapres, harus nya jika ingin mendukung Jokowi mundur jadi presiden juga para pejabat yang cawe-cawe di pilpres 2024 ini mundur tanpa terkecuali untuk kebaikan bangsa ini.

Pernyataan ini mengabaikan prinsip dasar netralitas presiden dalam konteks pemilihan umum. Seorang presiden, sebagai kepala negara dan pemerintahan, harus mempertahankan posisi netral untuk menjamin bahwa proses pemilihan umum terlaksana dengan adil dan jujur. Keterlibatan presiden dalam kampanye politik, terlepas dari aturan yang diikuti, dapat menciptakan persepsi ketidakadilan dan mempengaruhi opini publik, yang pada gilirannya dapat merusak kepercayaan terhadap proses pemilu.

Pernyataan presiden tersebut mengesampingkan pentingnya presiden sebagai simbol persatuan dan stabilitas nasional. Dalam menjalankan tugasnya, presiden harus memisahkan peran politik pribadi dari tugas resminya sebagai pemimpin negara untuk menjaga integritas dan kestabilan sistem demokratis. (*)

Praktisi Hukum & Dosen Media Massa.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Martabat Pers Bukan di KTA, Tapi Melalui Karyanya
Kejagung Tetapkan Tersangka Suap Nikel Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Dilantik
Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Uang Triliunan ke-Kas Negara Oleh Satgas PKH
Empat Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Sudah Ditangkap
STOP PERS Wartawan Nasional Atas Nama ARIYANDI
Ketu Umum JMSI Teguh Santosa Minta Polisi Bongkar Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
PERADI RAYA Umumkan Libur Nasional Nyepi dan Idul Fitri 1447 H
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong Dugaan Kasus Suap Pengadaan Proyek
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:12 WIB

Martabat Pers Bukan di KTA, Tapi Melalui Karyanya

Jumat, 17 April 2026 - 18:40 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Suap Nikel Ketua Ombudsman Baru 6 Hari Dilantik

Sabtu, 11 April 2026 - 08:30 WIB

Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyerahan Uang Triliunan ke-Kas Negara Oleh Satgas PKH

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIB

Empat Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Sudah Ditangkap

Senin, 16 Maret 2026 - 04:42 WIB

STOP PERS Wartawan Nasional Atas Nama ARIYANDI

Berita Terbaru