MANADO, Buktipetunjuk.id –
Kepolisian Resor Kota Manado Polda Sulut menegaskan pria berinisial WW alias William yang terlibat dugaan pengancaman terhadap petugas keamanan di kawasan Megamas, bukan adik Kapolda Sulawesi Utara.
Penegasan itu disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Manado, Komisaris Polisi Elwin Kristanto, Senin, 12 Oktober 2026. “Yang bersangkutan bukan adiknya Kapolda,” kata Elwin.
Klarifikasi ini muncul di tengah ramainya spekulasi publik yang mengaitkan WW dengan petinggi Polda Sulut, pascainsiden di Megamas.
Datangi Polisi, Akui Salah
Menurut Kepala Unit II URC Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Inspektur Dua Andros Hinur, WW telah mendatangi kepolisian usai diidentifikasi petugas.
“Dalam pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf,” ujar Andros.
Meski demikian, perkara tetap diproses karena korban, petugas sekuriti berinisial R, telah membuat laporan resmi.
Kronologi: Tabrak Rambu, Diduga Ancam Sekuriti
Peristiwa bermula sekitar pukul 02.30 WITA. Mobil yang dikendarai WW disebut menabrak kerucut lalu lintas dan rambu larangan di kawasan Megamas.
Sekuriti berinisial R kemudian menegur WW. Namun, menurut keterangan korban kepada polisi, pengemudi diduga mengarahkan kendaraan ke arahnya hingga ia merasa terancam. R lalu meminta bantuan rekan sekuriti lain.
Polisi: Dalami Saksi dan Bukti
Satreskrim Polresta Manado kini berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Sulut untuk menangani perkara tersebut.
“Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mendalami keterangan para pihak, saksi, serta bukti-bukti,” kata Kompol Elwin.
Polresta Manado mengimbau publik tidak berspekulasi dan menunggu proses hukum. “Setiap laporan akan ditangani profesional, objektif, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Catatan redaksi: Asas praduga tak bersalah berlaku. Semua pihak terkait berhak memberi klarifikasi sesuai ketentuan hukum.
Pewarta: Britmi S Tampi









