Sampah basah dilarang masuk, tenaga kerja lokal diprioritaskan, warga tagih realisasi: “Tidak ada lagi omon omon.
Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Portal Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, Metro Utara, dibuka kembali Jumat 21 Agustus 2026 pukul 18.40 WIB. Pembukaan dilakukan Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama tokoh warga setelah Pemkot menyanggupi sejumlah tuntutan Aliansi Masyarakat Karangrejo Bersatu.
Portal itu ditutup warga sejak Sabtu 15 Agustus 2026 sebagai protes atas pengelolaan TPAS dan dampaknya ke lingkungan sekitar. Selama sepekan, layanan pengangkutan sampah di Kota Metro terganggu.
Tiga tuntutan disepakatiTokoh masyarakat Karangrejo, Sudarsono, mengatakan warga membuka portal setelah tuntutan mereka dipenuhi.
“Di sini masyarakat sudah kuorum, permintaannya dipenuhi oleh Pak Wali Kota,” kata Sudarsono di lokasi.
Ada tiga poin utama yang disanggupi Pemkot:
1. Hanya sampah kering yang boleh masuk TPAS Karangrejo. Sampah basah dilarang.
2. Tenaga kerja diprioritaskan dari warga Karangrejo untuk aktivitas pengelolaan TPAS.
3. Mobil khusus untuk Karangrejo disediakan oleh Pemkot.
Selain itu, warga meminta tumpukan sampah lama yang menggunung di TPAS diolah dengan melibatkan masyarakat lewat skema outsourcing.
“Sampah yang kayak gunung itu kalau kita olah nanti, dikerjakan oleh masyarakat,” ujar Sudarsono.
Pemkot juga menyanggupi pengadaan peralatan pendukung pengolahan. Namun Sudarsono menyebut peralatan belum langsung tersedia karena perlu proses pengadaan.
“Untuk peralatannya Pak Wali Kota menyanggupi, tapi tidak langsung ada,” katanya.
“Tidak ada lagi omon-omon”
Sudarsono menegaskan warga kini menunggu realisasi. “Di sini sudah tidak ada bahasa omon-omon, kerja, kerja, kerja. Artinya kesepakatan yang diminta oleh masyarakat sudah disetujui,” ujarnya.
Ia meminta semua pihak menjaga kesepakatan. “Jangan ada omongan yang aneh-aneh. Minta doa restunya TPAS ini untuk kemakmuran rakyat ke depan.”
Wali Kota Bambang Iman Santoso menyatakan akan menindaklanjuti keluhan warga. “Ada beberapa hal tentunya itu untuk kebaikan masyarakat dan insya Allah kami dari pemerintah akan betul-betul menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” kata Bambang.
Dengan dibukanya portal, pelayanan persampahan di Kota Metro kembali normal. Namun warga Karangrejo menegaskan pembukaan portal baru tahap awal.
Mereka menunggu bukti konkret: pembatasan sampah basah, rekrutmen tenaga kerja lokal, kendaraan khusus, hingga pengolahan tumpukan sampah.(Red)









