JEMBER,Buktipetunjuk.id –
Tajemtra 2026 bukan sekadar gerak jalan. Sabtu, 5 September lalu, ajang legendaris Tanggul–Jember Tradisional itu pecah rekor dengan 25.613 peserta, mengubah rute 30 kilometer dari Tanggul ke Alun-Alun Nusantara menjadi mesin perputaran ekonomi bagi ribuan UMKM.
Data resmi Pemkab Jember mencatat, lautan peserta yang tumpah ke jalan raya memicu multiplier effect instan. Pedagang kaki lima, warung kelontong, hingga jasa ojek dadakan panen omzet dalam sehari.
“Koridor Tanggul–Jember kemarin itu etalase ekonomi rakyat,” kata salah satu pedagang es di kawasan Bangsalsari.
Festival Jalanan, Bukan Sekadar Lomba
Edisi tahun ini dikemas layaknya festival rakyat. Sepanjang 29,4 km, langkah peserta dikawal 29 grup drumband yang tampil estafet.
Tabuhan drum itu tak hanya melecut semangat pelari lintas usia, tapi juga menyedot ratusan ribu warga yang berjejer menonton gratis di tepi jalan.
Bupati Jember Muhammad Fawait, atau Gus Fawait, melepas barisan kehormatan dari Alun-Alun Tanggul pukul 13.20 WIB. Ia menekankan, Tajemtra adalah simbol runtuhnya sekat sosial.
“Pelajar, ASN, swasta, TNI-Polri jalan bareng. Filosofinya gotong royong. Jangan saling mendahului. Kalau ada yang kelelahan, wajib ditolong,” ujarnya.
Gus Fawait sendiri memberi contoh.
Sempat diinfus beberapa jam sebelum acara, ia melepas selang medis demi menuntaskan rute berjalan kaki bersama warga hingga finis.
Kreativitas dan Hadiah Rp 200 Juta
Kemeriahan dilengkapi lomba dekoratif: pesan teatrikal, yel-yel kelompok, hingga best costume. Total bonus pembinaan dan doorprize mencapai Rp 200 juta.
Dari sisi pengamanan, posko kesehatan terpadu, ambulans, layanan Homecare, serta ratusan personel gabungan disiagakan. Hasilnya, pesta rakyat berskala besar ini rampung aman dan kondusif hingga malam hari.
Tajemtra 2026 menutup catatan: olahraga tradisi bisa jadi penggerak ekonomi, panggung kreativitas, sekaligus ruang rekat sosial warga Jember.
Pewarta: Laili









