Jombang,Buktipetunjuk.id –
Presiden Prabowo Subianto resmi menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam forum tertinggi NU itu, KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031.

Penutupan dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar, para kiai sepuh NU, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, serta Pangdam dan Kapolda.
Prabowo menyampaikan selamat kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU terpilih. Ia berharap hasil Muktamar menjadi pijakan NU untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
“Saya memenuhi janji saya. Karena saya dapat telepon beberapa hari lalu dari Gus Yahya kalau kartu anggota NU untuk saya sudah ada, makanya saya datang,” kata Prabowo.
Di hadapan peserta Muktamar, Presiden menyinggung langkah pemerintah menutup badan usaha milik negara yang dinilai tidak produktif.
Menurut Prabowo, dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintah telah menutup 290 BUMN dan menghemat sekitar Rp50 triliun. Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan menutup sedikitnya 700 BUMN lagi, sehingga tersisa sekitar 250 BUMN.
“Harapan saya bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin gaji direksi dan komisaris. Dan penghematan kita sudah hampir Rp200 triliun per tahun. Uang inilah yang akan kita alihkan sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, strategi transformasi yang ia pimpin bertujuan mengentaskan sebanyak mungkin rakyat dari kemiskinan.
Penutupan Muktamar ditandai dengan pemukulan kentongan secara simbolis oleh Presiden Prabowo, menandakan berakhirnya seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35.
Pewarta: Zuli









