PFI Lampung Kecam Teror Senpi Kepada Jurnalis di Tulang Bawang, Desak Polisi Tangkap Pelaku

- Penulis Berita

Rabu, 2 September 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Lampung,Buktipetunjuk.id –

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung mengecam keras aksi teror bersenjata api dan penabrakan terhadap lima wartawan di Kabupaten Tulang Bawang, Selasa malam, 1 September 2026.

Ketua PFI Lampung Juniardi mendesak Polda Lampung dan Polres Tulang Bawang menangkap pelaku dan mengusut tuntas aktor intelektual di baliknya.

Insiden terjadi usai rombongan jurnalis melakukan peliputan ke kantor pimpinan proyek instalasi jaringan internet setempat. Korban meliputi Akifullah dan Triono dari Garuda TV, Abdi dari Detik Investasi, serta dua rekan lainnya. Mereka diduga diintimidasi dengan senjata api dan kendaraannya ditabrak.

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polres Tulang Bawang dengan nomor LP/B/255/IX/2026/SPKT/POLRES TULANG BAWANG/POLDA LAMPUNG.

“Sudah Masuk Ranah Percobaan Pembunuhan” 

Juniardi menyebut aksi penembakan dan penabrakan sengaja tersebut sudah masuk ranah tindak pidana murni dan percobaan pembunuhan.

“PFI Lampung mendesak Kapolda Lampung dan Kapolres Tulang Bawang bergerak cepat menangkap pelaku berinisial A dan S, termasuk membongkar aktor intelektualnya. Ini tidak boleh dibiarkan,” kata Juniardi, Rabu, 2 September 2026.

Baca Juga:  Keades Tanjung Baru mengancam akan coret bantuan warga apabila memakai kaos salah satu calon Bupati.

Tolak Premanisme, Tempuh Jalur UU Pers

PFI menegaskan kerja jurnalistik dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Juniardi meminta pihak yang keberatan dengan pemberitaan menempuh mekanisme hak jawab, hak koreksi, atau melapor ke Dewan Pers, bukan dengan aksi kekerasan.

PFI Lampung bersama koalisi organisasi pers menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas untuk menjamin keselamatan jurnalis di Lampung.

Imbauan ke Jurnalis: Utamakan Keselamatan

Juniardi juga berpesan kepada jurnalis yang bertugas di area rawan konflik agar memprioritaskan keselamatan. “Tidak ada berita seharga nyawa. Lakukan pemetaan dan penilaian risiko sebelum dan sesudah investigasi isu sensitif,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan wartawan agar tetap patuh pada Kode Etik Jurnalistik, menjaga independensi, tidak beritikad buruk, dan menghindari provokasi atau tindakan melanggar hukum di lapangan demi menjaga marwah profesi.(Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Sulut Gagalkan Dugaan TPPO di Pelabuhan Bitung, Dua Korban di Bawah Umur
Saiful Chaniago Dukung Penuh Langkah Kapolri Suyudi Blokir Pinjol Ilegal dan Judol
Jokowi Hadiri Sidang di PN Jaktim, Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Proses Hukum Berlanjut, Terduga Pelaku Curanmor/Curanik Diserahkan ke Polres Minahasa
Buron Dua Tahun, Terduga Pelaku Pencabul Empat Anak Dibawah Umur Dibekuk Resmob Raja Bogani
Kapolres Jombang Tatap Muka dengan Personel Polsek Ploso dan Plandaan, Tekankan Pelayanan Humanis
Kapolda Lampung Pimpin Langsung Pengungkapan Lima Kasus Narkoba: 61,9 Kilogram Sabu dan 19.696 Butir Ekstasi Disita
Karhutla Minahasa Utara Meluas, Api Mendekati Permukiman Agape 
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:47 WIB

Polda Sulut Gagalkan Dugaan TPPO di Pelabuhan Bitung, Dua Korban di Bawah Umur

Kamis, 5 November 2026 - 12:57 WIB

Saiful Chaniago Dukung Penuh Langkah Kapolri Suyudi Blokir Pinjol Ilegal dan Judol

Kamis, 5 November 2026 - 09:37 WIB

Jokowi Hadiri Sidang di PN Jaktim, Jadi Saksi Kasus Tudingan Ijazah Palsu

Kamis, 5 November 2026 - 08:56 WIB

Proses Hukum Berlanjut, Terduga Pelaku Curanmor/Curanik Diserahkan ke Polres Minahasa

Kamis, 5 November 2026 - 07:53 WIB

Buron Dua Tahun, Terduga Pelaku Pencabul Empat Anak Dibawah Umur Dibekuk Resmob Raja Bogani

Berita Terbaru