Ditunjuk Kemensos sebagai percontohan digitalisasi perlindungan sosial, pemutakhiran DTSEN di Metro capai 30 persen
Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Pemerintah Kota Metro mengebut sinkronisasi data kemiskinan guna memastikan penyaluran bantuan sosial tidak meleset. Kunci yang digenjot: menyamakan tafsir seluruh aparatur hingga tingkat kelurahan soal Data Terpadu Sektor Ekonomi Nasional atau DTSEN dan sistem desil.
Sekretaris Daerah Kota Metro Ahmad Hariyanto menegaskan, penguatan pemahaman ini menyasar camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga pamong. Tujuannya agar pengelolaan data kemiskinan dan penerima bantuan berjalan satu irama di seluruh wilayah.
“Tujuannya menyamakan persepsi antara program-program yang ada di Kota Metro, mulai dari seluruh camat, lurah, hingga tokoh masyarakat,” kata Ahmad, Kamis, 10 September 2026.
Menurut dia, akurasi DTSEN menjadi krusial lantaran Metro dipercaya Kementerian Sosial sebagai daerah percontohan program Digitalisasi Perlindungan Sosial, bersamaan dengan pendataan sensus ekonomi.
“Kita ingin data DTSEN di Kota Metro ini paling tidak mendekati akurat dan lebih padat. Kalaupun ada hambatan di lapangan, kita bisa diskusikan bersama untuk mencari solusinya,” ujar Ahmad Hariyanto.
Sejauh ini, cakupan pemutakhiran data menunjukkan progres. Dari target 40 persen yang ditetapkan pusat, Metro telah merealisasikan sekitar 30 persen.
“Dari target 40 persen, kita sudah mencapai sekitar 30 persen,” katanya.
Ahmad menegaskan pemutakhiran akan terus digenjot untuk menekan potensi salah sasaran. Pemkot membuka ruang kolaborasi dengan warga, aparat, pamong, hingga media untuk memvalidasi kondisi riil.
“Harapan saya, bantuan sosial bisa betul-betul tepat sasaran. Kalaupun nantinya ada data yang dirasa belum sesuai, tidak masalah, akan kita lakukan verifikasi ulang,” ucapnya.
DTSEN sendiri merupakan basis data nasional yang mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam desil, yang menjadi rujukan utama penyaluran bansos pemerintah.(**)
Editor: Redaksi









