MERANGIN,Buktipetunjuk.id –
Program beasiswa dari Dana Perkebunan Kelapa Sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menuai apresiasi dari keluarga penerima manfaat di Kabupaten Merangin, Jambi. Salah satunya datang dari Haji Ampera, orang tua Mutiara Sri Amini, mahasiswi yang lolos seleksi beasiswa tersebut.
Dalam rekaman video di Koperasi Perkasa Nalo Tantan, Merangin, Haji Ampera mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menilai beasiswa ini sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan anaknya hingga menyelesaikan studi.
“Kami selaku orang tua sangat berterima kasih, khususnya kepada Ahmad Fahmi beserta istri, dan secara umum kepada Koperasi Perkasa Nalo Tantan,” kata Haji Ampera, Kamis, 10 September 2026.
Menurut dia, biaya pendidikan tinggi memerlukan dukungan finansial yang besar. Karena itu, program beasiswa BPDPKS dinilai tepat sasaran bagi keluarga petani sawit di daerah.
Apresiasi untuk Pengembangan SDM dan ISPO
Selain soal beasiswa, Haji Ampera juga mengapresiasi langkah Ahmad Fahmi dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor perkebunan di Merangin. Ia menyebut kerja sama dengan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai upaya penting memastikan praktik kelapa sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Haji Ampera mengajak masyarakat Merangin memanfaatkan program serupa pada tahun-tahun mendatang. Ia menekankan peran strategis kelapa sawit bagi perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan makin banyak anak Merangin yang bisa belajar, terutama soal sumber daya kelapa sawit,” ujarnya.
Harapan Keberlanjutan Program
Ke depan, Haji Ampera berharap Koperasi Perkasa Nalo Tantan dan pihak terkait terus menghadirkan program yang lebih luas bagi masyarakat. Secara personal, ia juga menyampaikan dukungan kepada Ahmad Fahmi untuk memimpin Kabupaten Merangin.
“Saya melihat dedikasi dan kerja nyata yang telah ditunjukkan. Semoga beliau dapat membawa kemajuan bagi Merangin,” pungkasnya.
Program beasiswa BPDPKS
merupakan bagian dari pemanfaatan dana sawit untuk peningkatan SDM perkebunan. Hingga 2026, program ini telah menyasar ribuan mahasiswa dari keluarga petani sawit di berbagai daerah penghasil.
Reporter: Rudianto









