JOMBANG,Buktipetunjuk.id –
Padatnya agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tak hanya diisi sidang dan forum keputusan. Di sela itu, posko kesehatan hadir menangani muktamirin yang kelelahan fisik akibat rangkaian kegiatan.
Persaudaraan Pelaku dan Pemerhati Akupresur Indonesia (P3AI). Ahmad Mukhydin, Ketua P3AI Pasuruan, turun langsung bersama Subani, Ketua P3AI Jombang yang juga koordinator tim. Mereka dibantu para terapis pijat pemulihan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sejak dibuka, posko melayani puluhan hingga ratusan peserta setiap hari. Layanan dipisah berdasarkan jenis kelamin: terapis laki-laki untuk peserta pria, terapis perempuan untuk peserta wanita, demi menjaga kenyamanan dan etika pesantren.
“Keterlibatan P3AI di Muktamar ke-35 NU ini adalah bentuk khidmat. Kami berkontribusi lewat keahlian akupresur agar muktamirin tetap bugar di tengah padatnya agenda,” kata Subani, Senin, 31 Agustus 2026.
Slamet, salah satu peserta muktamar, mengaku kondisinya membaik usai mendapat layanan. “Habis dipijat badan terasa ringan, kembali enak,” ujarnya.
Meski posko menjadi fasilitas pendukung, panitia menegaskan peserta dengan keluhan serius tetap dirujuk ke tenaga medis profesional.
Posko hanya menangani pemulihan akibat kelelahan, bukan pengganti layanan kesehatan utama.
Di balik persidangan yang menentukan arah organisasi, posko kesehatan ini menjadi penopang kecil namun krusial bagi kenyamanan ribuan muktamirin selama Muktamar ke-35 NU berlangsung.
Pewarta: Zuli









