Masyarakat yang cerdas tidak mau surat suaranya ditukar dengan uang.

- Penulis Berita

Minggu, 31 Desember 2023 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buktipetunjuk.idRamai jadi perbincangan publik setelah video bagi-bagi uang beredar, terlihat sangat mirip sekali dengan Gus Miftah orang yang sedang membagi-bagikan uang tersebut. Kejadian bagi-bagi uang itu terjadi di Pamekasan Jawa Timur, yang berlokasi di sebuah Pabrik Rokok milik Khairul Umam atau yang dikenal orang dengan sebutan Haji Her.

Sehari setelah video bagi-bagi uang itu beredar Gus Miftah klarifikasi bahwa dia diundang datang saat ada acara bagi-bagi uang di pabrik rokok milik haji Her tersebut, tetapi ada keanehan saat bagi-bagi uang berlangsung ada seruan menyebut capres nomor urut 2, hal ini yang jadi permasalahan di publik.

Sekalipun Gus Miftah telah mengklarifikasi kedatangan nya saat itu bukan kampanye tetapi dia lupa jika dirinya pendukung Capres Nomor Urut dua, jika klarifikasi Gus Miftah sebagai orang sufi itu tidak benar biar Allah yang menghukumnya karena beliau sebagai pendakwah agama lho.

Kasus ini juga sedang ditangani Bawaslu Kabupaten Pamekasan dan sedang menyelidiki video yang beredar tersebut yang menayangkan penceramah kondang Gus Miftah sedang bagi-bagi uang kepada masyarakat yang mengantri, dan dalam video tersebut ada terdengar nomor dua serta menunjukan kaos gambar bergambar Prabowo Gibran, dan kita sama-sama tau Gus Miftah ini pendukungnya, ingat Gus Hukum Allah berlaku lho.

Baca Juga:  Jaharpuddin.,SE caleg dari partai PKB dapil tiga siap berjuang membangun OKU Selatan.

Acara bagi-bagi uang yang dilakukan orang yang mirip Gus Miftah di Pamekasan, Jawa Timur, berpotensi terjadi politik uang yang melabrak rambu-rambu dan aturan pemilu.

Semoga Bawaslu Pamekasan berani bertindak adil jika memang ditemukan perbuatan pidana bagi-bagi uang tersebut. Selain itu, di tengah situasi politik yang kian memanas saat ini, masyarakat juga harus cerdas jangan mau surat suaranya ditukar dengan uang untuk memilih calon pemimpin, apa lagi uang yang dibagikan uang untuk menyogok, Indonesia butuh pemimpin bersih menuju Indonesia emas 2024.

Praktisi Hukum & Dosen Media Massa.

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kortastipidkor Polri Resmi Tetapkan Tersangka Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah 
Polisi Sita Uang Senilai Rp 476 M dan Emas Batangan 74 Kg di Sentul Bogor
Personel Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Borong Mendali di Kejuaraan ISKA
H. Abdi Faisal Nasution Terpilih Aklamasi Pimpin Formatur DPC PPP Madina
Legalitas Budidaya Tambak Kerang Dara di Asahan Dipertanyakan
Lampung Siap Menyambut 11 Provinsi Delegasi Purna Jambore Nasional di Rakernas PJ91
Mahasiswa Tergabung Dari BEM UI Dalam Demonstrasi Sampaikan 5 Tuntutan
Keputusan DPW PKB Sumsel, Memilih Kembali Ardiyan Gama Ketua DPC PKB OKUS Periode 2026 – 2031
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:34 WIB

Kortastipidkor Polri Resmi Tetapkan Tersangka Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah 

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:03 WIB

Polisi Sita Uang Senilai Rp 476 M dan Emas Batangan 74 Kg di Sentul Bogor

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:54 WIB

Personel Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, Borong Mendali di Kejuaraan ISKA

Senin, 29 Juni 2026 - 16:21 WIB

H. Abdi Faisal Nasution Terpilih Aklamasi Pimpin Formatur DPC PPP Madina

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:32 WIB

Legalitas Budidaya Tambak Kerang Dara di Asahan Dipertanyakan

Berita Terbaru