Keracunan Massal di Cibadak Polisi Ambil Sampel Makanan Untuk Uji Lab.

- Penulis Berita

Selasa, 4 Juni 2024 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Buktipetunjuk.id Puluhan warga RT 01/ RW 2 Kampung Cikiwul, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga keracunan massal.

Hingga pukul 20.00 WIB malam ini, jumlah korban yang mengalami gejala keracunan makanan seperti, pusing, mual, muntah dan sakit perut mencapai 49 orang, Selasa (04/06/2024).

 

30 personil diturunkan di lokasi KLB (Kejadian Luar Biasa) ini melibatkan unsur Pemdes dan Muspika Cibadak serta unsur terkait lainnya.

Dugaan sementara, penyebab keracunan massal ini adalah hidangan yang disajikan dalam sebuah acara hajatan di wilayah tersebut.

“Pada hari Minggu (02/05) sore kemarin ada yang tasyakuran, hajatan sebelum acara pernikahan, dan warga kondangan. Nah mulai Senin dini hari warga merasakan gejala pusing, mual, muntah, saki perut dan BAB hingga saat ini korban ada 49 orang,” jelas Abeng Baenuri, Kades Sekarwangi, di lokasi kejadian, Selasa (04/06).

Untuk mengetahui serta memastikan penyebab dugaan keracunan massal ini, Anggota Reskrim Polsek Cibadak, Polres Sukabumi, mengambil sampel makanan.

Bripka Rijal mengambil sejumlah sampel makanan dari rumah Ibu Ningrum selaku pihak yang mengadakan hajatan.

Baca Juga:  LBH Officium Nobile akan kawal korban pembacokan pelajar SMP hingga tewas.

Dari hasil keterangan tuan rumah hajat, Rijal menyebut hidangan yang disajikan sebagian dimasak di rumah sebagian beli di Pasar Cibadak.

“Bahan bahan yang dimasak di rumah adalah, sambal goreng, nasi, opor ayam, bihun. Dan ada kue yang beli di pasar yaitu, wajit, kue Ali, dan bolu kukus,” ungkap Rijal

“Kita akan uji lab, sampel sampel makanan ini,” sambung Dia.

Disinggung terkait jumlah korban, Rijal menyebut jika korban keracunan massal masih berpotensi bertambah

Dugaan awal yang ikut hadir di acara itu sekitar 60 orang, sekarang yang sudah terdata keracunan ada 49, ya ada kemungkinan korban bisa bertambah,” ungkap Rijal.

Potensi bertambahnya korban juga dibenarkan Abeng Baenuri, mengingat sebagian tamu yang ikut hadir dalam acara syukuran itu tidak hanya berasal dari Kampung Cikiwul.

Satu lokasi lagi belum terdeteksi di RT 04/RW 01 Kampung Limus Nunggal, korban keracunan belum terdata,” pungkasnya.

(Jbl).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan SDN 1 Rancapaku Diikuti Dengan Antusias Siswa-siswi
Putri Nabila Damayanti, S.H : Kenapa Anak Didik Jadi Korban, Oknum Pengusaha MBG Mendapatkan Untung Besar
Warga Keluhkan Akses Jalan Puspasari Menuju Mandalasari Semenjak Dibangun Belum Pernah Diaspal
Kapolres Tasikmalaya Pastikan Perayaan Nataru Aman dan Kondusif
ASDP Kerahkan KMP Jatra I Perkuat Pemulihan Pasca Bencana Sumatera
Kejati Jawa Barat Tahan Mantan Sekwan Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan
Komisi lll DPRD Tasikmalaya, Apresiasi Langkah Aparat Gabungan Penertiban Tambang Ilegal
Banggar DPRD Tasikmalaya Membahas KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:25 WIB

Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan SDN 1 Rancapaku Diikuti Dengan Antusias Siswa-siswi

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:15 WIB

Putri Nabila Damayanti, S.H : Kenapa Anak Didik Jadi Korban, Oknum Pengusaha MBG Mendapatkan Untung Besar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:55 WIB

Warga Keluhkan Akses Jalan Puspasari Menuju Mandalasari Semenjak Dibangun Belum Pernah Diaspal

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:04 WIB

Kapolres Tasikmalaya Pastikan Perayaan Nataru Aman dan Kondusif

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:18 WIB

ASDP Kerahkan KMP Jatra I Perkuat Pemulihan Pasca Bencana Sumatera

Berita Terbaru