Hasil Autopsi, Maria Staf Bawaslu OKU Selatan Dinyatakan Murni Kasus Pembunuhan

- Penulis Berita

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKU Selatan,Buktipetunjuk.id

Kasus dugaan pembunuhan staf Bawaslu OKU Selatan, Maria Simare Mare (39) wanita asal Medan mulai menemukan titik terang.

Dimana, hasil autopsi memastikan korban tewas akibat kekerasan yang terjadi didalam rumah miliknya di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, (Jalan Pemkab OKUS) Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan penyebab kematian korban adalah mati lemas akibat saluran pernapasan terhalang, disertai luka sayatan di leher yang memutus pembuluh darah besar.

Dari hasil autopsi menunjukkan korban meninggal karena asfiksia dan luka sayatan fatal di leher murni kasus pembunuhan,” ujarnya, Kamis (27/3/2026).

Dari pemeriksaan luar, tim forensik menemukan sejumlah luka di tubuh korban. Diantaranya luka memar di dahi serta kedua bahu, luka lecet di dagu dan lengan kanan bawah, serta luka pada bibir atas dan bawah dengan pola cetakan gigi. Temuan ini diperkuat dengan adanya tanda kekerasan di area wajah.

Baca Juga:  DPO Kasus Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor Diringkus Unit Reskrim Polsek Tanjung Raya

Tim forensik mendapati bintik pendarahan pada kelopak mata dan seluruh wajah, kebiruan pada ujung jari tangan, serta pucat pada ujung jari kaki indikasi kuat korban mengalami kekerasan sebelum meninggal. Luka paling fatal ditemukan di bagian leher.

Terdapat luka terbuka yang setelah penanganan memerlukan 33 jahitan. Polisi menduga luka tersebut akibat senjata tajam. “Luka terbuka di leher menunjukkan adanya tindakan kekerasan dengan benda tajam,” tegas Nandang.

Pemeriksaan bagian dalam tubuh korban mengungkap fakta yang lebih menguatkan dugaan pembunuhan. Ditemukan resapan darah pada kulit kepala bagian dalam, kerusakan pada saluran pernapasan, hingga patah tulang leher. Tak hanya itu, bintik pendarahan juga ditemukan pada organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati.

Seluruh temuan tersebut memastikan kematian korban bukanlah wajar, melainkan akibat kekerasan serius. Hasil autopsi kini menjadi dasar bagi tim Reskrim untuk mengungkap pelaku dan motif di balik pembunuhan ini. (Ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Kali Bipartit Deadlock, PBH Peradi Bandar Lampung Desak PT SEGSS Tempuh Jalur Kekeluargaan
Menebar Manfaat Tanpa Pamrih: Madas Sedarah Jember Adopsi Filosofi Mawar Bung Karno
Ribuan Warga Padati Kerapan Sapi Tanggul Wetan, Kapolsek Turun Langsung Amankan Acara
Jelang Pemilu 2029, Golkar Merangin Gelar Muscam ke-11
Dokter Keliling Indonesia Ungkap Tiga Pilar Konsistensi Bisnis Kesehatan Berbasis Paten Fungsi
KPK Ungkap Guru SMA di Tasikmalaya Diduga Terlibat Kasus Korupsi Rektor Unsoed
Sekda OKU Selatan Terpilih Pimpin Forsesdasi Sumsel 2026-2029
Anggota Polisi Jatuh dari Kapal di Perairan Mesuji Telah Ditemukan 
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 22:19 WIB

Dua Kali Bipartit Deadlock, PBH Peradi Bandar Lampung Desak PT SEGSS Tempuh Jalur Kekeluargaan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:07 WIB

Menebar Manfaat Tanpa Pamrih: Madas Sedarah Jember Adopsi Filosofi Mawar Bung Karno

Sabtu, 12 September 2026 - 19:11 WIB

Ribuan Warga Padati Kerapan Sapi Tanggul Wetan, Kapolsek Turun Langsung Amankan Acara

Sabtu, 12 September 2026 - 13:47 WIB

Jelang Pemilu 2029, Golkar Merangin Gelar Muscam ke-11

Sabtu, 12 September 2026 - 01:20 WIB

Dokter Keliling Indonesia Ungkap Tiga Pilar Konsistensi Bisnis Kesehatan Berbasis Paten Fungsi

Berita Terbaru

Berita

Jelang Pemilu 2029, Golkar Merangin Gelar Muscam ke-11

Sabtu, 12 Sep 2026 - 13:47 WIB