CIAMIS, Buktipetunjuk.id –
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian menggelontorkan bantuan irigasi perpompaan untuk 11 kelompok tani di Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis Jawa Barat. Program yang dibiayai APBN 2026 itu diharapkan memutus siklus kekeringan yang kerap menghantui lahan petani tiap kemarau.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cihaurbeuti, Deni Nugrah, S.P mengonfirmasi penyaluran bantuan tersebut, Sabtu, 7 November 2026. “Benar, ada 11 kelompok tani penerima manfaat yang tersebar di sejumlah desa,” kata Deni lewat pesan WhatsApp.
Dari data yang disampaikan, 11 poktan yang tercatat menerima bantuan adalah:
1️⃣Poktan Tirta Pusaka IV, Desa Pamokolan
2️⃣Poktan Sugih Mukti, Desa Cihaurbeuti
3️⃣Poktan Saluyu Pasir Landeuh
4️⃣Poktan Saluyu Kertasari Jaya
5️⃣Poktan Saluyu IV, Desa Pasirtamiang
6️⃣Poktan Sumber Mukti I, Desa Sumberjaya
7️⃣Poktan Sumber Mukti VI, Desa Sumberjaya
8️⃣Poktan Sumber Mukti VII, Desa Sumberjaya
9️⃣Poktan Ar Roham, Desa Sukamaju
🔟Poktan Tani Jaya Abadi, Desa Sukamaju
11. Poktan Mekarjaya V, Desa Sukamaju
Deni menekankan agar pembangunan irigasi berjalan sesuai Rencana Anggaran Biaya dan mendapat pengawasan ketat. “Jangan sampai bantuan ini mangkrak. Harapannya tidak hanya untuk darurat kemarau, tapi jadi suplai air berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menyebut irigasi pompa krusial untuk mendongkrak produktivitas lahan, terutama saat curah hujan minim. Cihaurbeuti, kata Deni, masih membutuhkan lebih banyak infrastruktur pertanian. Karena itu, ia berharap program serupa berlanjut tahun depan.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis. “Kepercayaan ini harus dijaga. Petani butuh air, bukan janji,” kata Deni.
Kementan mencatat irigasi perpompaan menjadi salah satu jurus menghadapi dampak El Nino dan perubahan iklim. Dengan pompa, air dari sumber terdekat bisa dialirkan ke lahan yang tak terjangkau irigasi teknis.
Jika berjalan optimal, proyek ini diproyeksikan mengamankan masa tanam kedua dan ketiga di Cihaurbeuti, sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan lokal.
Reporter: Ajat.









