Anggaran Perencanaan Jalan PUPR Merangin Rp5,3 Miliar Disoal, GIBM dan Mahasiswa Akan Gelar Aksi

- Penulis Berita

Jumat, 6 November 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN, Buktipetunjuk.id –

Alokasi anggaran perencanaan jalan dan jembatan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi tahun anggaran 2026 menuai sorotan. Nilainya mencapai Rp5,3 miliar.

Berdasarkan dokumen Ringkasan Paket/Pengelompokan Belanja Dinas PUPR Merangin dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) 2026, total subkegiatan Penyusunan Rencana, Kebijakan, Strategi dan Teknis Pengembangan Jaringan Jalan serta Perencanaan Teknis Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan tercatat Rp5.789.903.000.

Dari jumlah itu, belanja jasa konsultansi perencanaan rekayasa disebut sekitar Rp2,1 miliar. Sementara kelompok belanja modal jalan kabupaten tercatat Rp3.200.875.000. Bila digabung, nilainya sekitar Rp5,3 miliar.

Puluhan Item Perencanaan, Target 10 Dokumen

Sejumlah pos anggaran menjadi perhatian. Antara lain perencanaan jalan kabupaten untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) 2027 Rp400 juta, Inpres Jalan Daerah (IJD) Rp400 juta, Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit Rp200 juta, serta penyusunan Analisa Standar Biaya (ASB) Bina Marga Rp200 juta.

Ada pula perencanaan Jembatan Pangkalan Jambu, Desa Tanjung Mudo sekitar Rp400 juta.

Sorotan lain tertuju pada perencanaan rekonstruksi jalan Wilayah I hingga IV:

✅Wilayah I: Rp416,75 juta

✅Wilayah II: Rp393 juta

✅Wilayah III: Rp269,5 juta

✅Wilayah IV: Rp222 juta.

Total empat wilayah mencapai Rp1,301 miliar. Belum termasuk puluhan item perencanaan ruas jalan lain dengan nilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Yang dipertanyakan publik: indikator keluaran subkegiatan dalam SIPD hanya menargetkan 10 dokumen perencanaan. Padahal rincian anggaran memuat puluhan item pekerjaan. Apakah seluruh item itu digabung jadi 10 dokumen induk? Atau tiap item menghasilkan dokumen teknis sendiri?

Pengelompokan belanja juga disoal. Terdapat anggaran Rp3,2 miliar di kelompok belanja modal jalan kabupaten, tetapi uraian pekerjaannya berbentuk perencanaan. Bahkan, perencanaan Jalan Sungai Ulak–Aur Berduri Rp100 juta tercantum di kelompok belanja modal jembatan.

Baca Juga:  Meresahkan Oknum Wartawan Modal KTA Palsu, Akan Melakukan Indikasi Pemerasan dan Intimidasi Kepala Sekolah

Sudah Rencanakan Program 2027
Dokumen itu juga mencantumkan perencanaan untuk program 2027, seperti DAK, Dana Alokasi Umum (DAU), DBH Sawit, dan IJD. Publik mempertanyakan kesiapan program, mekanisme penyusunan, hingga tindak lanjut pembangunan fisik setelah dokumen selesai.

“Jangan sampai uang rakyat habis di tahap perencanaan, sementara masyarakat masih berhadapan dengan jalan rusak dan jembatan yang butuh perbaikan,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

GIBM dan Mahasiswa Siapkan Aksi

Ormas Gerakan Indonesia Berani Maju (GIBM) bersama mahasiswa Merangin menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada 16 November 2026. Aksi tidak hanya menyoroti anggaran perencanaan, tetapi juga persoalan lain di PUPR Merangin.

Seorang mahasiswa Merangin berinisial Z mengatakan surat pemberitahuan aksi akan dikirim ke Polres Merangin pekan depan. “Insyaallah hari Selasa depan surat pemberitahuan aksi kita antar ke Polres. Kita akan sampaikan semua masalah yang ada di PUPR dan juga di depan Kantor Bupati Merangin,” ujarnya, Jumat, 6 November 2026.

Z menyebut aksi ini bentuk kembalinya suara mahasiswa. “Dulu kita diam, sekarang kita akan bersuara lantang lagi. Mohon doanya kepada masyarakat Merangin. Saat ini kami sedang menyusun kekuatan untuk aksi.”

Menanti Klarifikasi PUPR

Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUPR Merangin belum memberi keterangan resmi. Publik menanti penjelasan soal dasar penentuan nilai tiap paket perencanaan, kewajaran biaya konsultansi, alasan 10 dokumen untuk puluhan item, potensi tumpang tindih, serta alasan pekerjaan perencanaan masuk kelompok belanja modal.

Pertanyaan yang mengemuka: ketika miliaran rupiah digunakan untuk merencanakan jalan, kapan masyarakat bisa menikmati jalan yang benar-benar dibangun dan diperbaiki?

GIBM dan mahasiswa sudah menyatakan akan bersuara. Kini publik menunggu apakah klarifikasi datang sebelum 16 November.

Reporter: Rudianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab, Rotasi Pejabat dan Kapolsek Jajaran
SATGAS MARINIR NUSA BARUNG GANDENG PMI GELAR DONOR DARAH DI PUGER
11 Kelompok Tani Cihaurbeuti Dapat Bantuan Irigasi Pompa Kementan, Diharapkan Atasi Kekeringan
Aroma KKN di Puskesmas Gunung Tua Mencuat, 101 Pegawai Diduga Setor Tunai 10 Persen Jaspel ke Tata Usaha, Disebut Perintah Kapus
Dugaan Pemerasan Revitalisasi Sekolah, Kejati Lampung Panggil Puluhan Kepala Sekolah di Lamteng
Ketua MP4 Desak Pemkab Madina Benahi Stadion: Toilet, Ruang Ganti, dan Musholla Mendesak
Kapolres dan Forkopimda Jombang Gelar Patroli Besar, Sita Miras dan 9 Motor Knalpot Brong
Sengkarut Program MBG di Madina, HMI Desak DPRD Gelar RDP Lintas Sektoral
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:13 WIB

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab, Rotasi Pejabat dan Kapolsek Jajaran

Sabtu, 7 November 2026 - 17:37 WIB

SATGAS MARINIR NUSA BARUNG GANDENG PMI GELAR DONOR DARAH DI PUGER

Sabtu, 7 November 2026 - 17:28 WIB

11 Kelompok Tani Cihaurbeuti Dapat Bantuan Irigasi Pompa Kementan, Diharapkan Atasi Kekeringan

Sabtu, 7 November 2026 - 15:45 WIB

Aroma KKN di Puskesmas Gunung Tua Mencuat, 101 Pegawai Diduga Setor Tunai 10 Persen Jaspel ke Tata Usaha, Disebut Perintah Kapus

Sabtu, 7 November 2026 - 12:18 WIB

Ketua MP4 Desak Pemkab Madina Benahi Stadion: Toilet, Ruang Ganti, dan Musholla Mendesak

Berita Terbaru