Panyabungan, Buktipetunjuk.id –
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal terancam ditutup total setelah terbukti menggunakan BBM bersubsidi untuk armada operasional program Makan Bergizi Gratis.
Pelanggaran itu terungkap pada Kamis, 22 Oktober, saat sejumlah kendaraan dinas SPPG kedapatan mengisi Pertalite di SPBU Gunung Tua-Mompang Julu. Padahal, aturan melarang keras kendaraan proyek negara memakai BBM subsidi.
Kepala Dinas Perdagangan Madina, Zulham Zainuddin Fahmi, menegaskan tidak ada celah hukum bagi SPPG. “Berdasarkan ketentuan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023, Juknis BGN Nomor 401.1 Tahun 2025, dan Perpres Nomor 191 Tahun 2014, kendaraan berpelat instansi wajib menggunakan BBM non-subsidi,” ujarnya kepada pers, Minggu 25 Oktober.
Menurut Zulham, alokasi anggaran operasional dari APBN sudah mencakup pembelian BBM komersial. “Mengambil Pertalite berarti merampas hak masyarakat ekonomi lemah,” katanya.
Sebelumnya, Kepala SPPG Bukit Malintang Marwan Efendi sempat mengklaim penggunaan Pertalite “sah dan tidak melanggar hukum”. Klaim itu langsung dibantah Pemkab Madina.
Penjabat Sekda Madina sekaligus Ketua Satgas MBG Daerah, Afrizal Nasution, menyebut pihaknya sudah memanggil SPPG untuk dimintai pertanggungjawaban. “Ini pelanggaran berat. Akan diproses sesuai hukum,” katanya.
Kasus BBM subsidi ini menambah daftar buruk SPPG Bukit Malintang. Sebelumnya, instansi ini pernah dibekukan sementara karena mencuci ompreng di sungai, yang mencemari lingkungan.
Ketua Forum MP4, Arief Azka
Batubara, mendesak Kepala BGN mencopot Marwan Efendi. “Pernyataan ‘sah’ itu pembodohan publik dan penyesatan regulasi. Ini pembangkangan terbuka,” kata Arief di Panyabungan, Senin 26 Oktober 2026.
Senada, Sekretaris FITRA Madina Ahmad Husein Nasution menuntut penutupan permanen SPPG Bukit Malintang. Ia juga meminta audit anggaran.
”Kalau selama ini pakai BBM subsidi, ke mana larinya dana untuk BBM non-subsidi? BGN, BPK, Inspektorat, dan Satgas MBG harus usut tuntas,” ujarnya.
Program MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Reporter : Magrifatulloh









