Karhutla Meluas, Aktivis Putri Nabila Damayanti Soroti Nasib Satwa Dilindungi

- Penulis Berita

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Buktipetunjuk.id –

Kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas menuai kecaman dari Aktivis Pemuda Putri Nabila Damayanti, S.H. Ia menyoroti dampak karhutla dan alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit terhadap kelangsungan hidup satwa dilindungi.

Menurut Putri, kebakaran hutan berpotensi menghancurkan habitat satwa sekaligus mengancam spesies yang populasinya kian menyusut. Ia menilai kepentingan ekonomi sejumlah pihak tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

“Karhutla semakin parah, tapi yang menjadi korban justru satwa-satwa dilindungi. Jangan sampai hutan lindung beserta kekayaan hayatinya dikorbankan hanya untuk menjadi mesin pencetak uang lewat perkebunan sawit. Satwa liar tidak bersalah, tapi mereka menanggung akibat kerusakan yang dilakukan manusia,” kata Putri kepada Buktipetunjuk.id Minggu, 18 Oktober 2026.

Putri menegaskan hutan bukan sekadar komoditas ekonomi. Hutan, ujarnya, adalah rumah bagi berbagai spesies yang berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem. Ia mendesak penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran dan perusakan kawasan hutan.

Lebih jauh, Putri mengungkapkan kepeduliannya terhadap orangutan Kalimantan. Ia mengaku telah menjadi orang tua adopsi orangutan sebagai bentuk dukungan penyelamatan spesies tersebut dari ancaman kepunahan.

Baca Juga:  Tekab 308 Polres Mesuji Amankan Terduga Pelaku Pemerasan Sopir Fuso

“Menjadi orang tua adopsi orangutan adalah salah satu bentuk kepedulian saya. Kita tidak boleh diam ketika habitat mereka semakin terancam. Dibutuhkan kepedulian bersama agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan orangutan hidup bebas di habitat alaminya,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat meningkatkan komitmen menjaga hutan, mencegah karhutla, serta melindungi satwa liar. “Pembangunan ekonomi seharusnya berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga lingkungan,” ucapnya.

Putri juga mengimbau aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi berat bagi perusak hutan. Ia menyoroti dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, terutama balita yang rentan terkena ISPA.

“Yang sangat kami sayangkan, habis karhutla terbitlah ide menanam sawit. Sungguh kejam jika hutan Indonesia dirusak secara menyeluruh,” kata dia.

Reporter : Megy

#putrinabiladamayantish

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Promosi Rokok di Madina Super League 2026 Disorot, Kadispora Madina Akan Koordinasi dengan Askab PSSI
Polda Sulut Bongkar Korupsi Advertorial DKIPS, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
Polisi Ungkap Dugaan Penipuan Advokat di Metro, Kerugian Capai Rp29,7 Juta
Korem 043/Gatam Mulai Bangun Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII di Metro
Madina Super League Disorot: Dugaan Promosi Rokok dan Netralitas Wasit Dipertanyakan
LCKI Merangin: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Jaga Pemuda dari Narkoba
Warga Ajung Jember Protes Pemasangan Tiang WIFI MyRepublic dan Transparansi Izin
Prajurit Remaja Diperkuat, Pangdam V/Brawijaya Lantik 267 Bintara Baru di Jember
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Dugaan Promosi Rokok di Madina Super League 2026 Disorot, Kadispora Madina Akan Koordinasi dengan Askab PSSI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Polda Sulut Bongkar Korupsi Advertorial DKIPS, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Penipuan Advokat di Metro, Kerugian Capai Rp29,7 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Korem 043/Gatam Mulai Bangun Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII di Metro

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Madina Super League Disorot: Dugaan Promosi Rokok dan Netralitas Wasit Dipertanyakan

Berita Terbaru