Minahasa Selatan,Buktipetunjuk.id –
Pemerintah memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras hingga Desember 2026. Program ini menyasar 33,24 juta keluarga penerima manfaat dari kelompok desil 1 hingga desil 4.
Bantuan disalurkan melalui Perum Bulog dengan skema 10 kilogram beras per KPM setiap bulan. Penyaluran dilakukan secara dirapel menjadi 30 kilogram untuk satu periode tiga bulan.
Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan alokasi Juli–September 2026 sebanyak 30 kilogram sekaligus. Perpanjangan ini mencakup alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
“Perpanjangan program bantuan pangan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi,” demikian keterangan resmi Perum Bulog selaku pelaksana penyaluran cadangan pangan pemerintah.
96 KPM Tumaluntung Terima Bantuan
Di Kabupaten Minahasa Selatan, penyaluran bantuan beras dilakukan Pemerintah Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Minahasa Selatan Sulawesi Utara, Rabu, 9 September 2026.
Sebanyak 96 keluarga penerima manfaat menerima bantuan di Kantor Desa Tumaluntung. Penyaluran dipimpin langsung Hukum Tua Desa Tumaluntung, Noldie Sendow.
“Bantuan beras tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat, dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” kata Noldie, Rabu.
Ia menegaskan pemerintah desa berkomitmen menyalurkan bantuan tepat sasaran sesuai data penerima yang ditetapkan.
“Hari ini ada 96 keluarga penerima manfaat yang mendapatkan bantuan beras Bulog,” ujarnya.
Noldie menambahkan, pemerintah desa akan terus mendukung program pemerintah pusat maupun daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan penerima agar memanfaatkan bantuan sebaik mungkin untuk kebutuhan keluarga.
Penyaluran bantuan pangan beras ini merupakan kelanjutan program pemerintah pusat hingga akhir 2026. Dengan perpanjangan tersebut, KPM masih akan menerima bantuan untuk alokasi tiga bulan terakhir tahun ini.
Pemerintah Desa Tumaluntung berharap bantuan dapat membantu menjaga ketahanan pangan rumah tangga di tengah kenaikan kebutuhan hidup. Program ini juga diharapkan menjaga daya beli dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
(Britmi S Tampi)









