MASIH MISTERI: 5 PERTANYAAN KUNCI TAK DIJAWAB KEPSEK SMKN 10 MERANGIN

- Penulis Berita

Selasa, 8 September 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Janji Temui Wali Murid Diingkari. Aktivis: Ada yang Disembunyikan?

MERANGIN,Buktipetunjuk.id –

Polemik pengadaan seragam di SMKN 10 Merangin belum menemukan titik terang. Hingga hari ini Selasa 8 September 2026, lima pertanyaan mendasar dari wali murid belum juga dijawab pihak sekolah. Kepala Sekolah yang sebelumnya dikabarkan bersedia bertemu justru tak memberi kabar. Janji pertemuan pada Selasa lalu diingkari tanpa penjelasan.

Ketidakjelasan ini memicu kekecewaan dan kecurigaan publik. Wali murid menilai hak mereka atas transparansi penggunaan dana pendidikan diabaikan.

LIMA PERTANYAAN YANG MASIH MENGGANTUNG:

1. Penunjukan Penjahit
Siapa penjahit yang ditunjuk? Apakah prosesnya dilakukan secara terbuka dan akuntabel?

2. Spesifikasi Kain
Jenis dan kualitas kain apa yang digunakan? Apakah sepadan dengan harga yang dibayarkan wali murid?

3. Unsur Pemaksaan
Apakah wali murid diwajibkan membeli di sekolah atau diberi kebebasan memilih penjahit sendiri?

4. Rincian Biaya
Bagaimana rincian harga kain, ongkos jahit, dan apakah ada margin keuntungan untuk sekolah?

5. Tanggung Jawab Mutu
Siapa yang bertanggung jawab jika kualitas seragam yang diterima tidak sesuai harapan?

“Apakah lima pertanyaan ini sesulit itu untuk dijawab? Atau memang ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi?” ujar salah satu wali murid yang enggan disebut namanya.

Tempo memperoleh informasi bahwa pada Kamis pekan lalu, Kepala SMKN 10 Merangin menyatakan kesediaannya bertemu pada Selasa untuk menjelaskan duduk perkara. Namun Selasa telah berlalu tanpa kabar. Permintaan nomor kontak panitia pengadaan juga tidak direspons.

Baca Juga:  Samsuddin Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penemuan Bayi di Sukadana

Sikap diam ini menuai kritik tajam dari aktivis pendidikan Merangin, ZK. “Dengan tidak adanya penjelasan dari pihak sekolah, bagi kami ini berarti ada sesuatu yang disembunyikan. Kalau memang bersih, mengapa takut menjelaskan secara terbuka?” kata ZK.

Ia memberi peringatan kepada wali murid. “Ke depannya, sebelum membayar, tanya dulu. Dengan penjahit mana baju anak kita dijahit? Dasar bahannya apa? Harus jelas sebelum uang berpindah tangan. Jangan sampai mengeluh lagi bayar mahal, tapi kualitas tidak sesuai.”

ZK menantang pihak sekolah untuk membuktikan komitmen transparansi. “Kalau memang berani, pihak sekolah seharusnya mengundang semua wali murid datang ke sekolah dan menjelaskan secara terbuka. Itu baru jiwa pemimpin yang cepat merespons dan tidak menutup-nutupi apa pun.”

“Kami bukan bermusuhan dengan sekolah. Kami hanya ingin tahu, uang yang kami bayar digunakan untuk apa? Baju yang diterima bahannya apa? Semua harus jelas dan transparan. Jangan dianggap remeh, karena ini uang rakyat, ini hak anak-anak kami,” tegas seorang wali murid.

Hingga berita ini diturunkan, Buktipetunjuk.id belum berhasil mendapat konfirmasi dari Kepala SMKN 10 Merangin. Upaya menghubungi pihak sekolah melalui saluran resmi belum mendapat tanggapan.

Catatan Redaksi:
Lima pertanyaan sederhana itu menyangkut hak dasar wali murid atas informasi publik di lingkungan sekolah. Transparansi bukan permintaan, melainkan kewajiban penyelenggara pendidikan.

Reporter: Rudianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SATGAS MARINIR NUSA BARUNG GANDENG PMI GELAR DONOR DARAH DI PUGER
11 Kelompok Tani Cihaurbeuti Dapat Bantuan Irigasi Pompa Kementan, Diharapkan Atasi Kekeringan
Aroma KKN di Puskesmas Gunung Tua Mencuat, 101 Pegawai Diduga Setor Tunai 10 Persen Jaspel ke Tata Usaha, Disebut Perintah Kapus
Dugaan Pemerasan Revitalisasi Sekolah, Kejati Lampung Panggil Puluhan Kepala Sekolah di Lamteng
Ketua MP4 Desak Pemkab Madina Benahi Stadion: Toilet, Ruang Ganti, dan Musholla Mendesak
Kapolres dan Forkopimda Jombang Gelar Patroli Besar, Sita Miras dan 9 Motor Knalpot Brong
Sengkarut Program MBG di Madina, HMI Desak DPRD Gelar RDP Lintas Sektoral
PERADI Metro Menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat Angkatan VII Sebanyak 30 Peserta 
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 17:37 WIB

SATGAS MARINIR NUSA BARUNG GANDENG PMI GELAR DONOR DARAH DI PUGER

Sabtu, 7 November 2026 - 17:28 WIB

11 Kelompok Tani Cihaurbeuti Dapat Bantuan Irigasi Pompa Kementan, Diharapkan Atasi Kekeringan

Sabtu, 7 November 2026 - 15:45 WIB

Aroma KKN di Puskesmas Gunung Tua Mencuat, 101 Pegawai Diduga Setor Tunai 10 Persen Jaspel ke Tata Usaha, Disebut Perintah Kapus

Sabtu, 7 November 2026 - 14:48 WIB

Dugaan Pemerasan Revitalisasi Sekolah, Kejati Lampung Panggil Puluhan Kepala Sekolah di Lamteng

Sabtu, 7 November 2026 - 12:18 WIB

Ketua MP4 Desak Pemkab Madina Benahi Stadion: Toilet, Ruang Ganti, dan Musholla Mendesak

Berita Terbaru