MERANGIN,Buktipetunjuk.id –
Pembangunan gedung baru SD Negeri 260 Rawa Jaya, yang dibiayai program Revitalisasi Satuan Pendidikan, menuai sorotan. Sejumlah warga dan pemantau lapangan menilai kualitas konstruksi bangunan tersebut belum memenuhi standar keselamatan bangunan sekolah.
Pantauan di lokasi, Senin, 7 September 2026, menemukan beberapa persoalan teknis pada struktur bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Temuan Dilapangan
1. Tiang Penyangga Tidak Seragam
Sejumlah tiang beton terlihat belum dilengkapi pengaku horizontal yang memadai. Di beberapa titik, penyangga kayu sementara dipasang dengan kemiringan yang bervariasi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan soal stabilitas saat pengecoran atau saat bangunan menerima beban penuh.
2. Sambungan Rangka Atap
Ikatan antara rangka atap baja ringan dengan kolom beton tampak belum terkunci sempurna. Pengamat konstruksi yang dimintai pendapat menyebut, sambungan yang longgar berisiko saat terjadi angin kencang atau hujan deras.
3. Urutan Pekerjaan Struktur
Dinding bata di beberapa sisi belum diplester, namun rangka dan penutup atap sudah terpasang. Dalam kaidah konstruksi, penguatan struktur utama umumnya didahulukan sebelum pemasangan atap.
4. Tidak Terlihat Balok Pengikat Antar Kolom
Balok pengikat atau ring balk yang berfungsi menyatukan antarkolom belum tampak. Tanpa elemen ini, masing-masing kolom bekerja sendiri sehingga mengurangi kekakuan struktur secara keseluruhan.
5. Tata Kelola Material di Lokasi
Material dan sisa kayu penyangga masih berserakan di area kerja. Kondisi ini bukan sekadar soal kerapian, tetapi juga indikator pengawasan lapangan.
Kekhawatiran Warga
Seorang warga Rawa Jaya, yang enggan disebut namanya, mempertanyakan urutan kerja dan pengawasan proyek.
“Dinding belum selesai, atap sudah naik. Kalau hujan angin, bagaimana? Ini kan untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.
Warga lain meminta instansi terkait segera melakukan audit teknis sebelum bangunan diserahterimakan. “Jangan sampai menunggu ada kejadian baru dievaluasi,” kata dia.
Rekomendasi Teknis
Insinyur sipil dari Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia Jambi, Ir. Hendra M.T., yang dimintai tanggapan terpisah, menyarankan penghentian sementara pekerjaan untuk perbaikan.
“Perlu dipastikan dulu: satu, pasang balok pengikat antarkolom. Dua, perkuat sambungan rangka atap ke struktur utama. Tiga, pastikan plesteran dan pasangan bata sesuai mutu. Empat, ganti penyangga sementara dengan sistem yang terukur. Dan kelima, lakukan uji kelaikan struktur oleh pihak independen,” jelas Hendra, Senin, 7 September 2026.
Tanggapan yang Dinanti
Hingga berita ini diterbitkan wartawan media Buktipetunjuk.id, masih berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Pendidikan Merangin, konsultan pengawas, dan kontraktor pelaksana terkait temuan tersebut.
Proyek revitalisasi ini menggunakan dana publik. Karena itu, warga berharap transparansi dan jaminan keselamatan bagi peserta didik menjadi prioritas sebelum gedung digunakan.
Reporter: Rudianto
Catatan redaksi: Berita ini disusun berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan warga. Pihak-pihak yang disebut dalam berita diberi ruang hak jawab secara proporsional.









