Bandar Lampung,Buktipetunjuk.id –
Kepala Staf Korem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto menghadiri Monitoring Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kodam XXI/Radin Inten di Aula Sudirman, Makodam XXI/Radin Inten, Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi itu digelar untuk memperkuat kesiapan personel dan sinergi lintas sektor dalam pencegahan serta penanggulangan Karhutla di Provinsi Lampung.
Dalam arahannya, Mayjen Kristomei menekankan pentingnya pemahaman tugas, koordinasi dengan satuan kewilayahan dan pemerintah daerah, serta penerapan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan integritas. Bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat agar kehadiran kita benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” kata Pangdam.
Ia juga meminta personel menjaga disiplin, etika, dan melaporkan perkembangan di lapangan secara cepat, tepat, dan berjenjang.
Menurut Pangdam, pencegahan Karhutla membutuhkan sinergi TNI, pemerintah daerah, aparat terkait, tokoh masyarakat, hingga warga. Koordinasi intensif dinilai krusial untuk deteksi dini dan mencegah kebakaran sejak awal, terutama di wilayah rawan tinggi.
Kehadiran Kasrem 043/Gatam disebut sebagai bentuk komitmen Korem 043/Gatam memperkuat koordinasi dengan Kodam XXI/Radin Inten dalam penanganan persoalan kewilayahan di Lampung.
Monitoring diikuti Tim Penyuluh Karhutla Kodam XXI/Radin Inten yang terdiri dari Brigjen TNI Tommy Arif, Brigjen TNI Hasandi Lubis, Brigjen TNI Bangkit Rahmat, Kapten Cke Bronson, dan Kapten Ckm Supriyanto.
Hadir pula Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, Irdam Brigjen TNI Enjang, Asrendam XXI/Radin Inten Kolonel Arh Aji Prasetyo Nugroho, para Asisten Kasdam, Dan/Ka Balakdam, serta para Pasi Kodim jajaran Korem 043/Gatam.
Bagi Korem 043/Gatam, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas kewilayahan sekaligus penguatan kesiapsiagaan satuan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di Lampung.(Red)









