MERANGIN,Buktipetunjuk.id – Dugaan pungutan liar berkedok sumbangan perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, memicu reaksi keras aktivis mahasiswa dan Gerakan Indonesia Berani Maju (GIBM). Mereka berencana melaporkan kasus ini ke Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Merangin.
Persoalan mencuat setelah panitia diduga mengarahkan dana sumbangan ke rekening pribadi, bukan rekening kas resmi panitia. Rekening yang digunakan adalah GoPay 0857-0933-XXXX atas nama Yoshy Dwi Yanda R.
Saat dikonfirmasi media mengenai kepemilikan rekening dan jabatannya dalam kepanitiaan, Yoshy tidak memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.
Aktivis: Telusuri Sampai Tuntas, Tidak Ada yang Kebal Hukum
DN, perwakilan Aktivis Mahasiswa Peduli Masyarakat Merangin, menyatakan pihaknya akan mengawal kasus ini.
“Isu ini akan kami telusuri sampai ke akarnya. Ini sudah jelas melanggar aturan. Tidak ada yang kebal hukum. Yang salah tetap salah,” kata DN, Selasa, 19 Agustus 2026.
Menurut dia, transparansi penggunaan dana publik harus dijaga. “Kami akan terus mengawasi agar tidak ada lagi pungutan yang tidak jelas peruntukannya di Merangin,” ujarnya.
Iuran Capai Jutaan, Kegiatan Hanya Upacara Bendera
Sejumlah pihak mempertanyakan besaran iuran yang dipungut dari berbagai instansi. Nilai sumbangan bervariasi, mulai Rp 25 ribu hingga Rp 10 juta per instansi, termasuk dari kepala desa, puskesmas, sekolah, hingga pondok pesantren.
Padahal, rangkaian HUT RI di Pamenang Barat tahun ini disebut hanya berupa upacara penaikan dan penurunan bendera, tanpa pawai atau perlombaan.
GIBM: Segera Aksi ke Inspektorat
Sekretaris GIBM Kabupaten Merangin, Mahani, menegaskan organisasinya mendukung langkah aktivis mahasiswa. GIBM menyatakan siap menggelar unjuk rasa di depan Kantor Inspektorat Merangin dalam waktu dekat.
“Kami akan serahkan seluruh bukti yang ada ke Inspektorat, dan jika diperlukan kami lanjutkan ke Kejari Merangin,” kata Mahani.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kecamatan maupun panitia HUT RI Pamenang Barat terkait dugaan tersebut.
Reporter: Rudianto
Editor: Redaksi









