Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menegaskan kembali komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel, profesional, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat. Langkah ini diperkuat melalui agenda Sinkronisasi Arah Kebijakan dan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kota Metro Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah setempat pada Rabu (8/7/2026).
Mewakili Wali Kota Metro, Sekretaris Daerah Ahmad Hariyanto menyampaikan arahan strategis tersebut di hadapan jajaran Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, serta Tim Pelaksana Reformasi Birokrasi Kota Metro.
Dalam pidatonya, disampaikan bahwa reformasi birokrasi merupakan instrumen krusial untuk menghadapi dinamika pembangunan daerah. Pemerintahan yang adaptif, berintegritas, dan profesional dinilai menjadi pilar utama dalam mempercepat pembangunan sekaligus mendongkrak mutu pelayanan publik. Pemkot Metro juga berkomitmen menghidupkan prinsip good governance secara riil melalui transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Komitmen keberlanjutan ini dibuktikan dengan tren positif pada hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi dari Kementerian PANRB. Indeks Reformasi Birokrasi Kota Metro tercatat melonjak dari angka 76,12 pada tahun 2024 menjadi 77,97 pada tahun 2025, sekaligus sukses mempertahankan predikat BB.
Mengacu pada capaian tersebut, Pemkot Metro kini tengah memacu percepatan transformasi digital melalui optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Tujuannya agar layanan publik ke depan menjadi lebih responsif, praktis, transparan, serta terintegrasi dengan baik.
Guna mencapai target tersebut, Sekda Ahmad Hariyanto menginstruksikan seluruh instansi untuk segera merespons rekomendasi hasil evaluasi dan mempererat sinergi lintas sektor agar dampak pembangunan bisa dirasakan langsung oleh warga.
Sebagai bagian dari implementasi Reformasi Birokrasi Tematik 2026, kami menetapkan empat agenda prioritas. Di antaranya adalah penguatan akuntabilitas kinerja berbasis hasil, digitalisasi layanan demi keterbukaan informasi, peningkatan kompetensi dan integritas ASN, serta perluasan ruang partisipasi publik dalam roda pemerintahan,” jelas Ahmad Hariyanto.
Melalui forum sinkronisasi ini, Pemkot Metro berharap seluruh jajaran perangkat daerah memiliki kesamaan visi dan langkah. Dengan demikian, target menciptakan birokrasi yang bersih, efisien, dan mampu menyajikan pelayanan prima dapat terwujud.(Adv/Red)















