Potensi ekraf semakin meningkat, Ganjar Pranowo anggaran bisa ditingkatkan.

- Penulis Berita

Selasa, 3 Oktober 2023 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Buktipetunjuk.idKehadiran industri kreatif di Indonesia semakin marak dengan beragam ide dan gagasan yang inovatif. Di Indonesia sendiri, industri kreatif memiliki fokus pada terciptanya suatu barang atau jasa yang prosesnya mengandalkan keahlian, kreativitas, bakat, dan inovasi yang memiliki daya jual tinggi. Potensi industri kreatif yang semakin meningkat, akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional dan global. Dalam hal ini, tumbuhnya perekonomian didukung juga dengan inovasi dan kreativitas yang diciptakan dari industri kreatif. Itulah mengapa industri ini patut diberi perhatian khusus oleh pemerintah agar bisa menjangkau pasar global yang lebih luas.

Potensi industri kreatif di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan ekonomi kreatifnya itu sendiri. Nama besar Indonesia dalam perkembangan ekonomi kreatif dunia tidak muncul dari proses yang singkat, banyak upaya yang telah dilakukan sejak tahun-tahun sebelumnya. Potensi industri kreatif di Indonesia, tak luput dari perhatian bakal calon presiden Ganjar Pranowo.

Ganjar menilai, porsi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) untuk ekonomi kreatif atau ekraf bisa ditingkatkan. Hal itu dapat dilakukan demi mendukung pengembangan pelaku dan industri ekraf nasional.”(Porsi APBN ekraf) Sangat mungkin sekali ditingkatkan,” ujar Ganjar seusai menjadi pembicara dalam Road to Idea Fest di Jakarta, Kamis (31/8/2023) lalu.

Porsi belanja negara untuk pariwisata dan ekraf saat ini sebesar Rp 3,6 triliun atau sekitar 0,16 persen dari total APBN. Sementara, menurut dia, berdasarkan masukan dari para pelaku ekraf, salah satu permasalahan utama penguatan industri ekraf saat ini adalah dukungan dari pemerintah untuk pembiayaan.
Ganjar mencontohkan, untuk pembuatan event berskala nasional yang menurutnya potensial untuk dikembangkan. Di mana, sudah banyak event yang terselenggara dengan bagus seperti Pestapora.

Baca Juga:  Peringatan 40 hari wafatnya penyair dan budayawan Prof.Abdul Hadi WM.

“Cuma keluhannya sama, dukungan pemerintah. Makanya, dukungan apa yang diperlukan? Uang. Maka, perlu budget, perlu anggaran, untuk bisa membuka ruang festival agar industri kreatif kita bisa muncul,” kata guberner Jawa Tengah dua periode itu.

Ganjar mengungkapkan, ada sejumlah solusi lain yang bisa dilakukan untuk menguatkan Industri ekraf nasional. Pertama, lebih menghargai karya para seniman dengan meningkatkan edukasi dan kesadaran tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kedua, memberikan kemudahan perizinan karena izin itu merupakan hal yang sulit sekali. Solusi ketiga, kata Ganjar, adalah membuat program talent scouting atau pencarian bakat anak-anak kreatif di negeri ini yang menurutnya cukup banyak.

Perlu dibuat peluang agar mereka bisa mendunia dan ini bisa dilakukan kolaborasi. Kita menyekolahkan anak-anak berbakat ke luar atau mengundang guru ke dalam atau menaikkan yang sudah benar-benar mereka menjadi yang sangat profesional,” ungkapnya.

Terakhir, adalah dengan menjadikan para seniman sebagai diplomat. Hal itu bertujuan untuk semakin memperkenalkan industri ekraf ke percaturan dunia. Sehingga, industri ekraf nasional yang potensinya sudah besar bisa mengikuti jejak ekraf Korea Selatan yang sudah berhasil mendunia.
“Banyak seniman kita hebat berkelas dunia, kenapa kita tidak memanfaatkan itu. Mereka dipuja di seluruh dunia dan itu pasti akan menjadi brand, tidak hanya untuk dirinya, tapi kalau kita tarik untuk negara, kita bisa berkolaborasi menyampaikan pesan tentang Indonesia keluar,” kata Ganjar.(**)

(Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Komisi III DPR Desak Polda Sumut Transparan Usut Kematian Mantan Istri Polisi
Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Afiliasi Dapur MBG di Tubaba, Tegaskan Patuhi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik
DPP ABR Indonesia Klarifikasi Pencatutan Foto Ketua Umum dalam Pemberitaan Dugaan Kasus MBG di Tubaba
Membuka Mata tentang Wajib Militer: Dari Bambu Runcing hingga Kesiapsiagaan Bangsa
Jaksa Agung Lantik 5 Pejabat Tinggi Kejagung, Asep Nana Mulyana Resmi Jabat Wakil Jaksa Agung
Dewan Pers Mengecam Ucapan Hotman Paris Dianggap Merendahkan Profesi Wartawan
Kortastipidkor Polri Resmi Tetapkan Tersangka Korupsi dan TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah 
Polisi Sita Uang Senilai Rp 476 M dan Emas Batangan 74 Kg di Sentul Bogor
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Ketua Komisi III DPR Desak Polda Sumut Transparan Usut Kematian Mantan Istri Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Klarifikasi Pemberitaan Dugaan Afiliasi Dapur MBG di Tubaba, Tegaskan Patuhi UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:51 WIB

DPP ABR Indonesia Klarifikasi Pencatutan Foto Ketua Umum dalam Pemberitaan Dugaan Kasus MBG di Tubaba

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Membuka Mata tentang Wajib Militer: Dari Bambu Runcing hingga Kesiapsiagaan Bangsa

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Jaksa Agung Lantik 5 Pejabat Tinggi Kejagung, Asep Nana Mulyana Resmi Jabat Wakil Jaksa Agung

Berita Terbaru