Polres Lampung Tengah Selidiki Kasus Kematian Pelajar SMK.

- Penulis Berita

Jumat, 9 Juni 2023 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Tengah,Buktipetunjuk.id-Putranya tewas dengan cara tak wajar, seorang warga melapor ke Polres Lampung Tengah, Polda Lampung, lantaran jawaban pihak Rumah Sakit dan Sekolah dinilai menyakitkan.

Bagaimana tidak, penjelasan dari pihak sekolah dan rumah sakit jika dibanding dengan kondisi fisik anaknya bertolak belakang secara kasat mata.

Putranya yang tewas dengan mengeluarkan darah dari mulut, lebam dibagian perut dan kemaluan mengeluarkan darah, namun keterangan rumah sakit dan pihak tempat anaknya menuntut ilmu, mengatakan korban meninggal dunia akibat virus infeksi.

Ketidak puasan pihak keluarga atas jawaban sekolah, dan Rumah Sakit justru memantik kecurigaan kerabat korban.

Karena pelajar di salah satu SMK di Kalirejo tersebut MA (16), sebelum tewas sempat mengikuti ekskul disekolahnya yakni latihan physik beserta 7 pelatih dan 7 murid pencak silat lainnya. Dari sejumlah luka yang ada pada tubuh korban, ada dugaan akibat pengeroyokan.

Peristiwa yang menimpa MA (16), seorang pelajar yang tinggal di asrama sekolah tersebut, berawal digelarnya latihan pencak silat. Namun entah bagaimana ceritanya, hingga korban dibawa ke sebuah rumah Sakit, Senin (29/5/23) sekira pukul 1.30 WIB.

Hal tersebut diungkapkan oleh AS (38) ayah korban saat melaporkan peristiwa menyakitkan itu ke Unit Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lampung Tengah, Rabu (31/5/2023)

AS yang juga didampingi paman korban mengaku kaget ketika mengetahui anaknya sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi ada luka lebam saat di rumah sakit.

AS mengaku, kagetnya saat mempertanyakan kepada pihak sekolah dan rumah sakit yang merawatnya, bahwa penyebab kematian putranya tersebut diakibatkan oleh infeksi pembuluh darah. Karena jawaban pihak sekolah dan Rumah sakit yang dinilai tak wajar, AS melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lampung Tengah.

Berbekal laporan dari orang tua korban, Polisi langsung bergerak menghimpun berbagai keterangan dari sejumlah saksi yang ada pada saat ekskul olah raga phisik pencak silat.

Baca Juga:  Dokter Hewan Tinjau Penyembelihan Hewan Qurban di RT.24 Tejosari.

Menurut Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas, S.H., M.H mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi. Satu diantaranya saksi yang diperiksa telah ditetapkan sebagai tersangka yakni seorang pelatih silat berinisial A.

“Pelatih silat tersebut, kini ditahan dirutan Mapolres Lamteng guna pengembangan lebih lanjut,” kata AKP Qorinas saat di konfirmasi, Jumat (9/6/2023).

Kemudian, dari 15 peserta latihan phisik termasuk korban kata Kasat Reskrim, kami telah memeriksa sejumlah pelatih dan orang-orang yang berada dilokasi untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pihaknya telah mendapatkan petunjuk dan satu diantaranya ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas menyatakan, untuk mencari tahu penyebab kematian korban, pihaknya dan Polda Lampung membongkar makam MA, guna dlakukan outopsi pada tubuh siswa SMK tersebut.

Sekedar untuk diketahui, korban dimakamkan oleh keluarganya di pemakaman umum Gebang Atas Pesawaran, di Kampungnya, pada Kamis (8/6/2023).

Saat akan memandikan jenazah, kerabat mendapati ada sejumlah luka lebam dibagian perut korban, dan dari mulut MA mengeluarkan darah bahkan dari kemaluanya juga terdapat cairan darah.

Kasat Reskrim menjelaskan, dasar Polisi melakukan outopsi karena orang tua korban melaporkan peristiwa kematian putranya yang dianggap tidak wajar ke Mapolres Lampung Tengah.

“Saat ini kami tengah mengembangkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, agar peristiwa tewasnya MA menjadi terang, ” ungkapnya.

Untuk hasil outopsi sendiri, Sat Reskrim Polres Lamteng sedang menunggu hasil dari tim dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Untuk hasil otutopsinya, kita masih menunggu dari hasil tim dokter Polda Lampung,” pungkasnya.

(Humas LT).

(Red).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Seputih Banyak Serahkan 36  Kendaraan Titipan Pemudik Lebaran 1447 H
Kadis Kominfo Lambar Luruskan Isu Beredar Larangan Kendaraan Plat Luar Daerah Parkir di Lingkungan Pemda
HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing
Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu
Danrem 043/Gatam Hadir Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung
Pelatihan Strategi Penyelidik dan Penyidik Polri Agar Terhindar Dari Gugatan Praperadilan
Polisi Bekuk Seorang Pria Asal Buay Bahuga Way Kanan Diduga Edarkan Sabu
Danrem 043/Gatam dan Gubernur Lampung Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H Pererat Silaturahmi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 11:00 WIB

Polsek Seputih Banyak Serahkan 36  Kendaraan Titipan Pemudik Lebaran 1447 H

Rabu, 1 April 2026 - 10:40 WIB

Kadis Kominfo Lambar Luruskan Isu Beredar Larangan Kendaraan Plat Luar Daerah Parkir di Lingkungan Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:26 WIB

HUT ke-62 Lampung, Pemprov Komitmen Bangun Ekonomi Daerah Berdaulat dan Berdaya Saing

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:26 WIB

Pelaku Curat Bawa Kabur Motor Curian, Laka Tunggal Diamankan Polisi di Baradatu

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:43 WIB

Danrem 043/Gatam Hadir Peringatan Hari Jadi ke-62 Provinsi Lampung

Berita Terbaru