Penambangan Ilegal di Laut Keranggan-Tembelok Ditutup, Dugaan Kolusi Menguat

- Penulis Berita

Rabu, 23 Oktober 2024 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangka Barat – Aktivitas penambangan ilegal di perairan Keranggan-Tembelok, Bangka Barat, yang berlangsung hampir dua bulan, ditutup tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang. Penutupan ini memunculkan berbagai spekulasi terkait keterlibatan oknum tertentu dalam praktik penambangan ilegal yang diduga menguntungkan pihak mafia.

Suhendar SH MM, seorang praktisi hukum, mengungkapkan bahwa penambangan ilegal ini berjalan lancar tanpa hambatan dari aparat penegak hukum (APH). Menurutnya, penutupan kegiatan penambangan ini tampak seperti akhir dari sebuah “sinetron” yang diselesaikan dengan rapi tanpa adanya upaya penegakan hukum yang berarti.

“Selama dua bulan, aktivitas penambangan ini berjalan tanpa ada tindakan tegas dari APH, seolah-olah semua pihak menutup mata. Lalu tiba-tiba kegiatan ini ditutup begitu saja dengan sempurna. Mustahil jika tidak ada hal di baliknya,” ujar Suhendar.

Ia menyoroti bagaimana penambangan ilegal tersebut menghasilkan ratusan ton timah selama beroperasi, namun baru pada akhir kegiatan aparat turun tangan untuk mengimbau penarikan peralatan tambang. Tindakan ini, menurutnya, terlalu terlambat dan mencurigakan.

“Kenapa baru sekarang aparat turun untuk menghentikan? Padahal ini jelas ilegal. Selama dua bulan aktivitas berjalan, masyarakat seolah dijadikan alasan, namun pada kenyataannya, hasil tambang hanya dihargai murah. Timah dari masyarakat dihargai Rp. 60.000 per kilogram, sementara keuntungan besar didapatkan oleh pihak-pihak tertentu,” lanjutnya.

Baca Juga:  POLRES METRO GELAR PELATIHAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PERSONEL DAN PENYIDIK DENGAN BEDAH KUHP UU NO 1 TAHUN 2023.

Suhendar juga menyindir bahwa penutupan kegiatan ini seolah-olah menguntungkan mafia tambang yang diduga berkolusi dengan pihak terkait. Ia mencurigai bahwa setelah “penutupan” ini, para pelaku tambang ilegal sedang merayakan hasil kolusi mereka.

“Ini seperti sinetron yang telah ditutup dengan sempurna, dan sekarang mungkin saatnya para mafia tambang berpesta atas keberhasilan mereka,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Suhendar meminta agar aparat dari Polres Bangka Barat dan Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap aktor-aktor intelektual yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal ini. Menurutnya, nama-nama para pelaku sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat.

“Jika aparat benar-benar tidak terlibat, mereka harus menyelidiki aktor-aktor di balik kegiatan ini. Sudah jelas siapa saja yang terlibat, ini sudah menjadi konsumsi publik,” pungkasnya.

Hingga kini, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Polres Bangka Barat mengenai himbauan penarikan ponton dari lokasi penambangan di perairan Keranggan-Tembelok.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Mesuji Gelar Bhakti Sosial Bagikan 20 Paket Nasi Kotak Kepada Pengendara dan Petugas Parkir
Kasrem 043/Gatam Ajak Masyarakat Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Lampung
Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung
IPA, Mendesak Kapolres Madina Ungkap Video Viral Diduga Aktivitas Ilegal PETI Kotanopan
Danrem 043/Gatam Dampingi Pangdam XXI/Radin Inten Perkuat Sinergi dan Resmikan Fasilitas Baru di Way Kanan
Satresnarkoba Polres Lampung Tengah Gagalkan Peredaran Pil Ekstasi dan Sabu Asal Riau
Amankan Kunjungan Presiden RI Ke-7, Polres Tulang Bawang Sukses Kawal Rakorda PSI dan Kirab Budaya
Daftar Rotasi Mutasi Polda Lampung, Sejumlah PJU dan 6 Kapolres Diganti
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:54 WIB

Satlantas Polres Mesuji Gelar Bhakti Sosial Bagikan 20 Paket Nasi Kotak Kepada Pengendara dan Petugas Parkir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:59 WIB

Kasrem 043/Gatam Ajak Masyarakat Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Lampung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:27 WIB

Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:12 WIB

IPA, Mendesak Kapolres Madina Ungkap Video Viral Diduga Aktivitas Ilegal PETI Kotanopan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:56 WIB

Danrem 043/Gatam Dampingi Pangdam XXI/Radin Inten Perkuat Sinergi dan Resmikan Fasilitas Baru di Way Kanan

Berita Terbaru