Eskalasi konflik Antara Legislatif dan Eksekutif, Hindarkan Istilah Adu Domba

- Penulis Berita

Kamis, 30 April 2026 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Opini Oleh : Samidi.

Buktipetunjuk.idEskalasi konflik antara lembaga legislatif parlemen/DPR dan eksekutif/pemerintah. Hal ini berisiko memperlemah legitimasi lembaga dan tentunya mempengaruhi kepercayaan publik.

Kerjasama yang baik antara Legislatif dan Eksekutif akan menghasilkan hasil kerja yang optimal, produktivitas meningkat, dan tujuan bersama membangun daerah tentu akan lebih mudah tercapai,

Sinergi Legislatif dan Eksekutif ini juga akan meringankan beban kerja, mempererat hubungan antar anggota dan tim, serta menumbuhkan komunikasi yang efektif dan saling mendukung.

Istilah adu domba, tindakan memecah belah, menghasut, dua pihak agar berselisih, sering kali menggunakan fitnah untuk merusak hubungan agar tidak harmonis.

Perbuatan adu domba ini dilarang keras, sering dikaitkan dengan istilah namimah (penyebar berita bohong), dan merupakan taktik pecah belah dari ego dan kekuasaan.

“Selain istilah Adu Domba ada juga Serigala Berbulu Domba Seseorang yang terlihat polos, baik, atau tidak berbahaya dari luar, namun sebenarnya licik dan berniat jahat dari dalam.

Baca Juga:  Bupati Tanggamus Tinjau Operasi Pasar Minyakita di Pasar Kota Agung 

Politik Adu Domba (Devide et Impera) Strategi memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil agar lebih mudah dikuasai.

Mengadu Domba: Menjadikan dua pihak yang sebelumnya sepaham menjadi berselisih atau bertikai. Jangan termakan hasutan politik adu domba. Selisih paham, perbedaan pendapat, dan perdebatan adalah hal yang lumrah, bahkan krusial dalam berdemokrasi.

Demokrasi bukanlah tentang keseragaman, melainkan kemampuan mengelola perbedaan dengan damai. Perbedaan pandangan dari oposisi seharusnya dianggap sebagai teman berdemokrasi yang membantu meluruskan jalannya pemerintahan, bukan sebagai musuh.

Jadi jangan mudah percaya berita burung, itu hanya taktik Adu Domba untuk memecah persatuan dan kesatuan, perlu check and recheck jangan gampang terprovokasi isu yang belum diketahui kebenarannya. Menghindari hoaks, yang cenderung menimbulkan kesalahpahaman, dan dampak negatif dari informasi yang salah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satlantas Polres Mesuji Gelar Bhakti Sosial Bagikan 20 Paket Nasi Kotak Kepada Pengendara dan Petugas Parkir
Kasrem 043/Gatam Ajak Masyarakat Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Lampung
Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung
IPA, Mendesak Kapolres Madina Ungkap Video Viral Diduga Aktivitas Ilegal PETI Kotanopan
Danrem 043/Gatam Dampingi Pangdam XXI/Radin Inten Perkuat Sinergi dan Resmikan Fasilitas Baru di Way Kanan
Satresnarkoba Polres Lampung Tengah Gagalkan Peredaran Pil Ekstasi dan Sabu Asal Riau
Amankan Kunjungan Presiden RI Ke-7, Polres Tulang Bawang Sukses Kawal Rakorda PSI dan Kirab Budaya
Daftar Rotasi Mutasi Polda Lampung, Sejumlah PJU dan 6 Kapolres Diganti
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:54 WIB

Satlantas Polres Mesuji Gelar Bhakti Sosial Bagikan 20 Paket Nasi Kotak Kepada Pengendara dan Petugas Parkir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:59 WIB

Kasrem 043/Gatam Ajak Masyarakat Dukung Suksesnya Sensus Ekonomi 2026 di Lampung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:27 WIB

Ribuan Masyarakat Transmigrasi Mesuji Ancam Duduki Kantor Gubernur dan DPRD Lampung

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:12 WIB

IPA, Mendesak Kapolres Madina Ungkap Video Viral Diduga Aktivitas Ilegal PETI Kotanopan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:56 WIB

Danrem 043/Gatam Dampingi Pangdam XXI/Radin Inten Perkuat Sinergi dan Resmikan Fasilitas Baru di Way Kanan

Berita Terbaru