Opini Publik Oleh: Jonathan Worotitjan, Aktivis Pemerhati Lingkungan
Minahasa Selatan,Buktipetunjuk.id –
Ada pemandangan yang semakin memprihatinkan di wilayah Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Tumpukan sampah bertebaran tidak beraturan di pinggiran jalan Trans Sulawesi, mulai dari wilayah Munte, Lelema, Popontolen hingga Matani.
Bahkan, dari arah Tareran menuju Tumpaan, pemandangan serupa juga terlihat. Pinggiran jalan yang seharusnya bersih dan nyaman justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
Ini bukan sekadar persoalan sampah. Ini adalah persoalan kesadaran, kedisiplinan, kepedulian lingkungan, sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan tata kelola kebersihan yang baik.
Ironisnya, persoalan ini bukan baru terjadi sehari atau dua hari. Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung hampir satu tahun. Masyarakat pengguna jalan pun mulai mengeluhkan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata, bau tidak nyaman, serta lingkungan yang terkesan tidak terurus.
Pertanyaannya, ke mana pemerintah selama ini?
Camat Tumpaan sebagai pimpinan wilayah seharusnya mengambil langkah nyata. Jangan sampai persoalan sampah yang terjadi berulang kali terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius.
Begitu juga dinas terkait yang membidangi persampahan di Kabupaten Minahasa Selatan. Apa langkah strategis yang sudah dilakukan? Apakah belum ada solusi untuk menghentikan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan di pinggir jalan?
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan imbauan. Harus ada tindakan nyata dan berkelanjutan.
Mulai dari menyediakan tempat pembuangan sampah yang layak, memastikan pengangkutan sampah secara rutin, memasang papan larangan, melakukan pengawasan, hingga memberikan sanksi kepada oknum yang kedapatan membuang sampah sembarangan.
Pemerintah desa juga harus dilibatkan. Sebab, persoalan ini berada di lingkungan masyarakat yang membutuhkan pendekatan langsung dan pengawasan bersama.
Jangan sampai jalur Trans Sulawesi yang menjadi salah satu wajah Kabupaten Minahasa Selatan justru memberikan kesan buruk bagi masyarakat maupun orang luar yang melintasinya.
Kita sering berbicara tentang pembangunan, kemajuan daerah, keindahan wilayah dan pariwisata. Namun, bagaimana mungkin semua itu bisa terwujud jika persoalan mendasar seperti kebersihan lingkungan saja belum mampu ditangani secara serius?
Masyarakat memang harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tetapi pemerintah juga tidak boleh lepas tangan. Harus ada sinergi, ketegasan dan tanggung jawab.
Apa kabar pimpinan daerah Minahasa Selatan?
Apakah kondisi seperti ini tidak menjadi perhatian? Apakah harus menunggu viral di media sosial atau mendapat sorotan lebih luas baru kemudian ada tindakan?
Jangan biarkan sampah menjadi pemandangan biasa. Jangan biarkan pinggiran jalan menjadi tempat pembuangan sampah permanen.
Minahasa Selatan membutuhkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman. Dan itu harus dimulai dari tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
Sampah adalah masalah bersama, tetapi pembiaran bukanlah solusi.
Opini publik. Tulisan ini merupakan bentuk kritik dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta dorongan agar pemerintah dan masyarakat bersama-sama mencari solusi. Pemerintah Kecamatan Tumpaan dan dinas terkait tetap diharapkan memberikan klarifikasi dan langkah penanganan.
Penulis : Jonathan Worotitjan, Aktivis Pemerhati Lingkungan









