Asahan, Buktipetunjuk.id –
Proyek percetakan sawah di Desa Silomlom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, memicu sorotan. Penyebabnya: tidak ada papan informasi proyek di lokasi pengerjaan.
Pantauan Tempo di Dusun V B, Desa Silomlom, Jumat, 23 Oktober 2026, menunjukkan alat berat masih bekerja membuka lahan. Namun, di sekitar lokasi tak ditemukan plang proyek yang memuat sumber dana, nilai anggaran, volume pekerjaan, maupun nama pelaksana.
Padahal proyek serupa juga dikabarkan berjalan di Desa Anjung Ganjang, kecamatan yang sama.
Minimnya informasi itu menimbulkan pertanyaan di kalangan warga. Mereka tak bisa memastikan apakah proyek tersebut dibiayai APBD Kabupaten Asahan, dana provinsi, APBN, atau justru dana pribadi.
“Setiap proyek pemerintah pasti ada pagu anggarannya. Kalau tidak ada plang, kami tidak tahu ini proyek apa,” kata seorang warga Silomlom yang enggan disebut namanya kepada media ini.
Warga menilai ketiadaan papan proyek melanggar prinsip keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008. Menurut mereka, transparansi anggaran penting agar masyarakat bisa ikut mengawasi.
“Kami minta Pemkab Asahan terbuka. Berapa anggaran cetak sawah ini per hektarnya? Masyarakat berhak tahu,” ujar warga tersebut.
Hingga Jumat malam, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Asahan maupun pihak terkait mengenai sumber dan besaran anggaran proyek cetak sawah di Desa Silomlom. Buktipetunjuk.id, masih berupaya mengonfirmasi dinas teknis yang menangani proyek tersebut.
Reporter: HG









