Gus Zuem: Santri Harus Jaga Akhlak, Tolak Bullying, dan Mengukir Prestasi

- Penulis Berita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG, Buktipetunjuk.id –

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan, Jombang, Kamis, 22 Oktober 2026, berlangsung khidmat di Lapangan SMPN 3 Darul Ulum. Inspektur upacara, Zaimudin Wijaya As’ad alias Gus Zuem, menyerukan tiga pesan utama kepada ribuan santri: menjaga akhlak, menolak perundungan, dan mengukir prestasi.

Upacara dihadiri jajaran pengasuh pesantren, di antaranya HM. Zulfikar As’ad atau Gus Ufik, Ning Ita, Hj. Khasunah, Ning Aini, Ning Dena Baladena, para kiai-ibu nyai, pengurus Nahdlatul Ulama, serta pimpinan lembaga pendidikan. Ribuan santri dan santriwati tampak memenuhi lapangan sejak pagi.

Rangkaian dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, disusul lantunan Mars Santri dan Ya Lal Wathon yang menggema, membangkitkan nasionalisme peserta.

Dalam amanatnya, Gus Zuem menegaskan kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran ulama dan santri. Karena itu, generasi muda pesantren wajib mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata.

“Kemerdekaan ini harus kita pertahankan dengan berusaha semaksimal mungkin membentuk ketahanan akhlak,” kata Gus Zuem.

Ia menekankan tiga hal. Pertama, memperkuat ketahanan akhlak di tengah gempuran budaya asing dan derasnya arus informasi media sosial. Kedua, menjadikan pesantren ruang belajar yang aman dan penuh kasih sayang. Gus Zuem meminta seluruh warga pesantren menghentikan praktik perundungan.

Baca Juga:  Pengurus PP AMPG Putri Nabila Damayanti, SH : HM. Soeharto Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

“Jadikanlah pesantren tempat yang nyaman untuk belajar dan tempat bertumbuhnya kasih sayang. Jangan ada lagi bullying atau perbuatan yang membuat kita tidak nyaman belajar di pesantren,” ujarnya.

Ketiga, Gus Zuem mendorong santri aktif mengembangkan ilmu, kreativitas, dan berani berkompetisi di berbagai bidang. Menurut dia, prestasi santri menjadi cara mengharumkan nama pesantren sekaligus bangsa.

Ia menambahkan, Hari Santri bukan monopoli kalangan pesantren, melainkan milik seluruh rakyat yang mencintai Indonesia dan berkomitmen menjaga keutuhan bangsa.

Peringatan ditutup dengan doa bersama dan penampilan drum band santri. Momentum HSN 2026 ini, kata Gus Zuem, menjadi penegas bahwa perjuangan santri hari ini adalah menjaga akhlak mulia, menguasai ilmu, merawat persaudaraan, dan menorehkan prestasi bagi agama, masyarakat, dan negara.

Reporter : Zuli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel buktipetunjuk.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Promosi Rokok di Madina Super League 2026 Disorot, Kadispora Madina Akan Koordinasi dengan Askab PSSI
Polda Sulut Bongkar Korupsi Advertorial DKIPS, Negara Rugi Rp7,5 Miliar
Polisi Ungkap Dugaan Penipuan Advokat di Metro, Kerugian Capai Rp29,7 Juta
Korem 043/Gatam Mulai Bangun Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII di Metro
Madina Super League Disorot: Dugaan Promosi Rokok dan Netralitas Wasit Dipertanyakan
LCKI Merangin: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Jaga Pemuda dari Narkoba
Warga Ajung Jember Protes Pemasangan Tiang WIFI MyRepublic dan Transparansi Izin
Prajurit Remaja Diperkuat, Pangdam V/Brawijaya Lantik 267 Bintara Baru di Jember
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Dugaan Promosi Rokok di Madina Super League 2026 Disorot, Kadispora Madina Akan Koordinasi dengan Askab PSSI

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Polda Sulut Bongkar Korupsi Advertorial DKIPS, Negara Rugi Rp7,5 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Penipuan Advokat di Metro, Kerugian Capai Rp29,7 Juta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Korem 043/Gatam Mulai Bangun Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII di Metro

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Madina Super League Disorot: Dugaan Promosi Rokok dan Netralitas Wasit Dipertanyakan

Berita Terbaru