Dewan dan mahasiswa Kerinci desak pemisahan dari Jambi. Pemprov belum beri tanggapan.
JAMBI,Buktipetunjuk.id –
Rapat Paripurna DPRD Jambi, Jumat, 11 September 2026, pecah oleh interupsi keras Edminuddin, anggota dewan dari Dapil Kerinci-Sungai Penuh. Membahas Perubahan KUA-PPAS 2026, politikus Fraksi Gerindra itu melontarkan ultimatum:
“Kalau memang dianaktirikan, kembalikan kami ke Sumatera Barat!”
Edminuddin menuding Pemerintah Provinsi Jambi mengabaikan Kerinci dan Sungai Penuh dalam alokasi program dan anggaran. “Dibebani kewajiban, tapi tak pernah diberi hak setimpal,” katanya di hadapan sidang.
Tiga Klaim Pengabaian
Dalam sidang, Edminuddin membeber tiga poin yang menurutnya bukti perlakuan tak adil:
• Hibah pendidikan: Tidak ada satu pun yayasan pendidikan dari Kerinci maupun Sungai Penuh yang menerima hibah Pemprov Jambi.
• Program umrah gratis: Dari 36 penerima, tak satu pun berasal dari dua daerah itu.
• Distribusi anggaran: Dinilai terpusat ke wilayah lain, sementara Kerinci-Sungai Penuh terpinggirkan.
Ia bahkan menyinggung sejarah pembentukan Provinsi Jambi pada 1957. “Seandainya Kerinci tetap di Sumatera Barat, mungkin kami sudah jauh lebih maju,” ujarnya.
Mahasiswa Ikut Bersuara
Sentimen serupa disuarakan Doni Satria, mahasiswa asal Kerinci. Ia menyebut sudah saatnya Kerinci dan Kota Sungai Penuh memisahkan diri dari Jambi.
“Kalau mau maju, ya keluar dari sini. Kami sudah tidak diperhatikan. Kenapa harus tetap bertahan? Kembali saja ke Sumatera Barat,” kata Doni.
Pernyataan itu kini meluas di tengah warga Kerinci-Sungai Penuh yang menilai kontribusi daerahnya tidak sebanding dengan perhatian pembangunan.
Pemprov Jambi Bungkam
Hingga Minggu, 14 September 2026, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi menanggapi tudingan tersebut.
Pertanyaan publik mengerucut: apakah Kerinci-Sungai Penuh sekadar penambah jumlah penduduk dan penyumbang pendapatan daerah tanpa imbal balik pembangunan? Atau ini luapan sesaat yang akan mereda?
Desakan politik dan suara akar rumput kini menanti jawaban. Apakah Pemprov Jambi akan membuktikan Kerinci-Sungai Penuh masih menjadi prioritas, atau wacana pemisahan bakal menguat?
Reporter: Rudianto









