Metro Lampung,Buktipetunjuk.id –
Komandan Korem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menerima kedatangan Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) dalam rangka Kegiatan Integratif Bhakti di Sekolah Rakyat Wilayah Provinsi Lampung Tahun 2026. Kegiatan penerimaan berlangsung di Aula Pamungkas Korem 043/Gatam, Jl. Teuku Umar No. 85, Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Kota Metro, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan integratif ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan soliditas antar Taruna TNI-Polri, sekaligus menumbuhkan jiwa pengabdian kepada masyarakat melalui program pembinaan di Sekolah Rakyat yang tersebar di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han)., para Kasi Kasrem 043/Gatam, Danlanal Lampung, perwakilan Danlanud Pangeran M. Bun Yamin, para Dandim jajaran Korem 043/Gatam, unsur Pemerintah Daerah, perwakilan Polri, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Kepala Sekolah Rakyat, serta para Dansat dan Kabalak jajaran Korem 043/Gatam.
Dalam sambutannya, Danrem 043/Gatam menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh Taruna Akademi TNI dan Akpol di Bumi Ruwa Jurai. Menurutnya, kehadiran para taruna merupakan sebuah kehormatan sekaligus sarana strategis untuk mempererat integrasi, memperkuat kebersamaan, dan membangun semangat pengabdian sebagai calon pemimpin bangsa masa depan.
Danrem menjelaskan, Program Integratif Bhakti di Sekolah Rakyat Tahun 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan, meliputi pembinaan kepramukaan, pembentukan karakter, penanaman disiplin, pengembangan kemandirian, serta pembelajaran sosial bagi peserta didik jenjang Sekolah Rakyat Tingkat Dasar (SRT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Pada kesempatan tersebut, Danrem juga berpesan kepada seluruh taruna agar memanfaatkan kegiatan ini untuk mengenal karakteristik wilayah dan masyarakat Lampung secara langsung, mengasah jiwa kepemimpinan lapangan, serta menjaga disiplin, kekompakan, dan jiwa korsa.
“Junjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara. Kepada seluruh pendamping, saya tekankan pentingnya pengawasan melekat terhadap faktor keamanan, keselamatan, dan kesehatan peserta selama kegiatan berlangsung,” tegas Danrem.
“Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki misi sosial kemanusiaan untuk membangun karakter generasi muda, mempererat hubungan TNI-Polri dengan masyarakat, serta menumbuhkan semangat pengabdian sejak dini. Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat maupun para taruna,” ujar Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.
Melalui Kegiatan Integratif Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026, diharapkan terwujud sinergi yang semakin kuat antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam membentuk calon pemimpin bangsa yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan Indonesia.(Red/*)















