Metro Lampung,Buktipetunjuk.id – DPRD dan Wali Kota Metro menggelar Rapat evaluasi program pembangunan Kota Metro tahun 2026, secara tertutup, Rabu (01/03/2026). Awak media yang telah mengikuti jalannya rapat sejak awal diminta keluar dari ruang pertemuan dengan pimpinan dewan.
Permintaan tersebut menuai keberatan dari sejumlah jurnalis yang hadir. Mereka menilai rapat seharusnya digelar terbuka demi menjamin transparansi dan akurasi informasi kepada publik.
“Sebagai pilar keempat demokrasi, sebaiknya wartawan diberikan akses untuk meliput secara langsung. Rapat yang dipaksakan tertutup justru akan menimbulkan pertanyaan publik dan berdampak negatif terhadap upaya transparansi yang selama ini digaungkan Pemerintah Kota Metro,” ujar Arif dari Saburai TV.
Senada dengan itu, Fredy dari Metrodeadline.com meminta DPRD Kota Metro mengikuti praktik di tingkat pusat yang telah membuka akses rapat kepada media.
“Di DPR RI, sebagian besar rapat sudah terbuka. Kenapa DPRD Kota Metro tidak mengikuti? Biarkan media meliput agar informasi yang disampaikan utuh dan tidak menimbulkan spekulasi,” katanya.
Namun, Wakil Ketua II DPRD Kota Metro, Abdulhak, tetap bersikukuh agar rapat dilanjutkan tanpa kehadiran media. Ia berjanji seluruh informasi akan disampaikan setelah rapat selesai.
“Mohon rekan-rekan media memahami. Rapat tidak bisa berjalan jika belum kondusif. Nanti semua informasi akan kami sampaikan secara terbuka kepada media,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kominfo Kota Metro, Deddy Hasmara, menyampaikan bahwa Wali Kota Metro justru menghendaki rapat berlangsung terbuka.
“Pak Wali berharap rapat dilaksanakan secara terbuka agar transparan. Namun, permintaan dari DPRD agar rapat dilakukan tertutup,” tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada awak media.
Rapat evaluasi ini diketahui merupakan pemanggilan ketiga. Pada dua undangan sebelumnya, Wali Kota Metro berhalangan hadir, yang sempat menimbulkan tanda tanya publik terkait urgensi pertemuan tersebut.
Meski demikian, Abdulhak menegaskan bahwa agenda rapat bukan terkait persoalan krusial, melainkan sebatas silaturahmi dan pelaksanaan fungsi pengawasan.
“Tidak ada hal yang luar biasa, ini lebih ke silaturahmi,” katanya.
Sementara itu, sebelum rapat dinyatakan tertutup, Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, dalam sambutannya menyebut bahwa pertemuan tersebut merupakan balasan atas undangan Wali Kota kepada DPRD beberapa waktu lalu. Ia juga sempat menyinggung adanya hal krusial yang akan dibahas.
Namun, substansi yang dimaksud belum sempat disampaikan secara utuh kepada publik karena awak media lebih dulu diminta meninggalkan ruangan rapat.(Red/*)













