SEMARANG,Buktipetunjuk.id – Keluarga besar UIN Walisongo Semarang Jawa Tengah, menggelar acara Pisah Sambut Rektor yang dirangkaikan dengan acara Halal bihalal 1447 H di Auditorium II Gedung Prof. Tgk. Ismail Yaqub. Kampus 3, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam transisi kepemimpinan sekaligus ajang mempererat silaturahmi antar civitas akademika.
Dalam acara tersebut, jabatan rektor resmi diserahterimakan dari Prof. Dr. Nizar, M.Ag. (periode 2024–2026) kepada Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. yang akan memimpin pada periode 2026–2030
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Dr. K.H. Ahmad Daroji, M.Si., Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A., jajaran Dharma Wanita Persatuan, serta dosen dan tenaga kependidikan.
Puncak acara diisi dengan penyampaian Hikmah Idulfitri oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidullah Shodaqoh.
Dalam tausyiahnya beliau menekankan bahwa mahabbah atau cinta merupakan dasar utama dalam pendidikan, termasuk dalam dunia pendidikan.
“Alam ini dasarnya adalah mahabbah. Begitu pula dalam dunia pendidikan; kita mengajar berdasarkan cinta kepada mahasiswa dan murid-murid kita. Sebaliknya, anak-anak kita belajar karena dasar cinta mereka pada ilmu, ” Ujarnya.
Beliau menegaskan bahwa tanpa cinta, proses pendidikan hanya menjadi rutinitas tanpa makna. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya nilai “faahbabu” atau berbelas kasih sebagai fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam hal intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Selain itu, KH. Ubaidullah Shodaqoh mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Idulfitri sebagai momentum rekonsiliasi.
“Kita harus berdamai dengan diri sendiri, keluarga, lingkungan, kolega, hingga institusi. Jika kedamaian ini tercipta, insyaallah semuanya akan menjadi energi yang sangat kuat bagi agama dan bangsa, ” Pungkasnya.
Pesan tersebut dinilai relevan dalam konteks pergantian kepemimpinan di UIN Walisongo. Nilai kedamaian dan kebersamaan diharapkan menjadi modal penting bagi kepemimpinan baru dalam menghadapi tantangan ke depan.
Acara kemudian ditutup dengan tradisi mushafahah yang diikuti seluruh peserta, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan.(Muh/*)












